Mendidik Melalui Lingkungan Fisik Rumah
(Antonius Tanan)
Anak-anak saya
menghabiskan waktunya di rumah lebih banyak tanpa saya. Rumah adalah tempat dan
lingkungan yang paling banyak mereka temui dan mereka nikmati. Menurut sebuah penelitian
mengatakan bahwa hanya 10% dari waktu jaga anak-anak kecil ada di sekolah
mereka. Sisanya berada di lingkungan rumah dan publik, yang terbesar dalam
rumah tentunya. Saya merenungkan dapatkah rumah dengan segala isinya yang
terdiri dari tatanan benda tak bernyawa dengan sendirinya menjadi sebuah tempat
yang mengajarkan sesuatu? Saya menemukan setidaknya 4 peluang.
Yang pertama
adalah pelajaran tentang kebersihan.
Ya rumah kita sendiri adalah contoh tentang
apa itu kebersihan. Rumah yang bersih akan mengjarkan pada anak-anak untuk
cinta kebersihan, rumah itu akan membiasakan anak-anak untuk menikmati
kebersijhna, mengupayakan kebersihan dan menjaga kebersihan. Bukankah ini
berharga bagi masa depannya?
Yang kedua, rumah
yang teratur rapi mengajarkan akan kerapihan
dan keteraturan. Anak-anak setiap hari akan mendapatkan pengalaman visual
rumah yang tertata rapih dan juga mengalami
manfaat adanya keteraturan. Ketika setiap barang kita letakkan dalam
kelompok dan di tempat yang tertentu maka ini akan membuat suasana rapih
tercipta. Ketika anak-anak mencari suatu barang mereka mudah menemukannya
karena setiap barang yang ada di rumah memiliki tempat penyimpanan. Suasana ini akan membuat anak-anak tumbuh
menjadi sosok yang terbiasa dengan keteraturan dan kerapihan
Yang ketiga,
rumah menjadi sebuah “galeri” yang mengajarkan tentang seni dan kreativitas. Adakah anda memiliki lukisan-lukisan,
benda-benda seni atau barang antik. Pernahkan kita mengambil waktu untuk
menatanya atau menata ulang sehingga rumah kita walau bukan galeri tampak
artistik? Pernahkan anda berpikir tentang warna-warna dinding yang yang
meberikan inspirasi estetika? Barangkali ada baiknya kita memikirkan
warna-warna berbeda selain putih atau juga barangkali mengganti can dinding
dengan wall paper.
Yang keempat
rumah dapat menjadi medan eksplorasi dan
eksperimen anak-anak. Sebuah ruangan khusus, sudut khusus atau tempat
khusus bagi nak-anak untuk mendapatkan mainan yang mendidik akan memudahkan
mereka untuk melakukan eksplorasi kapan saja. Alangkah baiknya bila alat gambar
dan media gambar berada di tempat tertentu yang kapan saja bisa diakses.
Alangkah indahnya bila kumpulan CD atau cassete musik yang bermutu berada dalam
jangkauan mata anak-anak sehingga setiap hari kita terdorong untuk
mendengarkannya. Sebuah lemari khusus
yang berisi buku di tempat ia paling sering berada akan mendorong anak-anak
membaca setiap hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar