Sabtu, 04 Januari 2014

Lingkungan Rumah Yang Mendidik


Mendidik Melalui Lingkungan Fisik Rumah

 (Antonius Tanan)

Anak-anak saya menghabiskan waktunya di rumah lebih banyak tanpa saya. Rumah adalah tempat dan lingkungan yang paling banyak mereka temui dan mereka nikmati. Menurut sebuah penelitian mengatakan bahwa hanya 10% dari waktu jaga anak-anak kecil ada di sekolah mereka. Sisanya berada di lingkungan rumah dan publik, yang terbesar dalam rumah tentunya. Saya merenungkan dapatkah rumah dengan segala isinya yang terdiri dari tatanan benda tak bernyawa dengan sendirinya menjadi sebuah tempat yang mengajarkan sesuatu? Saya menemukan setidaknya 4 peluang.

Yang pertama adalah pelajaran tentang kebersihan. Ya rumah kita sendiri adalah contoh  tentang apa itu kebersihan. Rumah yang bersih akan mengjarkan pada anak-anak untuk cinta kebersihan, rumah itu akan membiasakan anak-anak untuk menikmati kebersijhna, mengupayakan kebersihan dan menjaga kebersihan. Bukankah ini berharga bagi masa depannya?

Yang kedua, rumah yang teratur rapi mengajarkan akan kerapihan dan keteraturan. Anak-anak setiap hari akan mendapatkan pengalaman visual rumah yang tertata rapih dan juga mengalami  manfaat adanya keteraturan. Ketika setiap barang kita letakkan dalam kelompok dan di tempat yang tertentu maka ini akan membuat suasana rapih tercipta. Ketika anak-anak mencari suatu barang mereka mudah menemukannya karena setiap barang yang ada di rumah memiliki tempat penyimpanan.  Suasana ini akan membuat anak-anak tumbuh menjadi sosok yang terbiasa dengan keteraturan dan kerapihan

Yang ketiga, rumah menjadi sebuah “galeri” yang mengajarkan tentang seni dan kreativitas. Adakah anda memiliki lukisan-lukisan, benda-benda seni atau barang antik. Pernahkan kita mengambil waktu untuk menatanya atau menata ulang sehingga rumah kita walau bukan galeri tampak artistik? Pernahkan anda berpikir tentang warna-warna dinding yang yang meberikan inspirasi estetika? Barangkali ada baiknya kita memikirkan warna-warna berbeda selain putih atau juga barangkali mengganti can dinding dengan wall paper.

Yang keempat rumah dapat menjadi medan eksplorasi dan eksperimen anak-anak. Sebuah ruangan khusus, sudut khusus atau tempat khusus bagi nak-anak untuk mendapatkan mainan yang mendidik akan memudahkan mereka untuk melakukan eksplorasi kapan saja. Alangkah baiknya bila alat gambar dan media gambar berada di tempat tertentu yang kapan saja bisa diakses. Alangkah indahnya bila kumpulan CD atau cassete musik yang bermutu berada dalam jangkauan mata anak-anak sehingga setiap hari kita terdorong untuk mendengarkannya.  Sebuah lemari khusus yang berisi buku di tempat ia paling sering berada akan mendorong anak-anak membaca setiap hari. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar