Sabtu, 04 Januari 2014

Cerita Ayah: Kurcaci Yang Kaya


KURCACI YANG KAYA
(Antonius Tanan)

Nun jauh disana, dibalik gunung-gunung yang hijau dan awan-awan biru terdapat sebuah negeri kurcaci bernama negeri Apel Gunung. Seperti yang kita ketahui kurcaci adalah mahluk mirip manusia yang bertubuh kecil. Di negeri Apel Gunung tinggi para kurcaci cuma sepinggang manusia oleh karena itu di hati setiap kurcaci ingin merasakan hidup menjadi manusia.

Di Negeri Apel Gunung hanya pohon Apel yang sengaja ditanam. Para kurcaci makan apel dan juga membuat berbagai makanan dan minuman dari buah apel. Misalnya kue apel dan jus apel. Setiap kurcaci di Negeri Apel Gunung bekerja setiap hari untuk menanam, merawat dan memetik apel. Mereka bekerja bersama-sama dengan gembira dan saling menolong.

Di sebuah desa Negeri Apel Gunung ada dua kurcaci muda yang hidup bertetangga namanya Kurpat dan Kurlam. Yang pertama dipanggil Kurpat karena kurcaci ini cepat dalam bekerja dan cepat menolong sesama kurcaci. Tetangganya dipanggil Kurlam karena ia lambat dalam bekerja dan malas dalam bekerja. 

Raja Negeri Apel Gunung adalah seorang raja yang sangat baik, bijaksana dan memiliki keajaiban mampu menjadikan para kurcaci menjadi manusia. Kemanapun Raja pergi ia selalu bersama-sama dengan 2 penasehat setianya yaitu Menteri Bijak Satu dan Menteri Bijak Dua. Suatu hari Raja membuat pengumuman yang menghebohkan negeri kurcaci, ia mengumumkan bahwa barang siapa yang berhasil mengumpulkan buah apel paling banyak di hari ulang tahun raja maka akan mendapat kesempatan menjadi manusia selama 1 tahun.

Kurpat dan Kurlam tentu saja senang sekali mendapat berita ini. Kurpat bangun pagi-pagi sekali dan bekerja dengan giat dan cepat mengumpulkan sebanyak mungkin apel. Sambil bekerja ia tetap berusaha memberikan bantuan kepada teman-temannya. Kurlam juga ingin jadi pemenang tapi ia malas bekerja keras sehingga sepanjang hari itu ia bekerja sambil meminta belas kasihan dari kawan-kawan dan keluarganya. Para kurcaci negeri Apel Gunung memang baik hati mereka merasa kasihan kepada Kurlam dan berbagi apel kepadanya. Pada akhir pengumpulan ternyata Kurpat berhasil mengumpulkan 1.000 apel demikian juga Kurlam berhasil mendapat 1.000 apel, tentu sebagian besar karena pemberian kurcaci lain.

Raja Negeri Apel Gunung memang sungguh bijaksana, akhirnya ia mengijinkan Kurpat dan Kurlam menjadi juara kembar, artinya mereka berdua dapat menjadi manusia selama 1 tahun. Raja bertanya kepada Kurpat dan Kurlam manusia seperti apakah yang mereka inginkan? Kurlam dengan cepat menjawab: “Aku ingin jadi manusia yang banyak menerima dan dikasihani..” Ia masih teringat betapa enaknya menerima pemberian apel dari kurcaci-kurcaci lain. Sebaliknya Kurpat lebih senang menjadi seorang manusia yang banyak berbagi dan memberi, ia berkata:”Aku senang dan bahagia waktu berbagi, jadi aku ingin menjadi manusia yang punya banyak kesempatan memberi...”    

Raja berunding dengan para pembantu setianya tentang Kurpat dan Kurlam, mereka berunding tentang hidup manusia seperti apa yang akan dijalani oleh mereka berdua. Raja bertanya kepada kedua Menteri:”Kehidupan manusia seperti apa yang aku harus sediakan untuk Kurlam yang ingin berbagi dan memberi....?” Menteri Bijak Satu mengatakan:”Supaya ada banyak yang dapat ia berikan maka ia harus jadi orang yang berhasil dan kaya.” Menteri Bijak Dua berkata:”Agar ia dapat melakukan banyak hal dalam 1 tahun ke depan jadikanlah dia seorang yang masih muda, sehat dan kuat..” Raja mengangguk-angguk dan kemudian ia berkata:”Baik aku setuju dan selain itu aku akan jadikan  ia manusia yang pandai dan bijaksana supaya dari perkataan mulutnya ia juga bisa membagikan banyak hal...” 

Sekarang Raja dan kedua Menteri berunding tentang Kurlam yang ingin hanya menerima dan dikasihani. Menteri Bijak Satu mengatakan:” Untuk menjadi seorang yang patut dikasihani ia harus menjadi orang tua dengan wajah memelas karena sakit-sakitan...” Menteri Bijak Dua menyambung:” Ia juga harus menjadi orang yang sangat miskin supaya tampak makin menyedihkan dan menimbulkan iba...” Raja mengangguk-angguk kemudian ia bertanya:”Apa pekerjaan manusia ini...? Dengan serempak Menteri Bijak Satu dan Dua berseru:”Pengemis..!” Demikian lah dengan hati yang sangat sedih Kurlam menjalani kehidupan manusia selama satu tahun dengan menjadi seorang pengemis. Sebaliknya Kurpat mengalami pengalaman hidup yang sangat hebat karena ia menjadi manusia yang sukses yang senang memberi dan berbagi.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar