KURCACI YANG KAYA
(Antonius
Tanan)
Nun jauh disana, dibalik gunung-gunung yang hijau dan awan-awan biru
terdapat sebuah negeri kurcaci bernama negeri Apel Gunung. Seperti yang kita
ketahui kurcaci adalah mahluk mirip manusia yang bertubuh kecil. Di negeri Apel
Gunung tinggi para kurcaci cuma sepinggang manusia oleh karena itu di hati
setiap kurcaci ingin merasakan hidup menjadi manusia.
Di Negeri Apel Gunung hanya pohon Apel yang sengaja ditanam. Para
kurcaci makan apel dan juga membuat berbagai makanan dan minuman dari buah
apel. Misalnya kue apel dan jus apel. Setiap kurcaci di Negeri Apel Gunung
bekerja setiap hari untuk menanam, merawat dan memetik apel. Mereka bekerja bersama-sama
dengan gembira dan saling menolong.
Di sebuah desa Negeri Apel Gunung ada dua kurcaci muda yang hidup
bertetangga namanya Kurpat dan Kurlam. Yang pertama dipanggil Kurpat karena
kurcaci ini cepat dalam bekerja dan cepat menolong sesama kurcaci. Tetangganya dipanggil
Kurlam karena ia lambat dalam bekerja dan malas dalam bekerja.
Raja Negeri Apel Gunung adalah seorang raja yang sangat baik, bijaksana
dan memiliki keajaiban mampu menjadikan para kurcaci menjadi manusia. Kemanapun
Raja pergi ia selalu bersama-sama dengan 2 penasehat setianya yaitu Menteri
Bijak Satu dan Menteri Bijak Dua. Suatu hari Raja membuat pengumuman yang
menghebohkan negeri kurcaci, ia mengumumkan bahwa barang siapa yang berhasil
mengumpulkan buah apel paling banyak di hari ulang tahun raja maka akan
mendapat kesempatan menjadi manusia selama 1 tahun.
Kurpat dan Kurlam tentu saja senang sekali mendapat berita ini. Kurpat
bangun pagi-pagi sekali dan bekerja dengan giat dan cepat mengumpulkan sebanyak
mungkin apel. Sambil bekerja ia tetap berusaha memberikan bantuan kepada
teman-temannya. Kurlam juga ingin jadi pemenang tapi ia malas bekerja keras
sehingga sepanjang hari itu ia bekerja sambil meminta belas kasihan dari
kawan-kawan dan keluarganya. Para kurcaci negeri Apel Gunung memang baik hati
mereka merasa kasihan kepada Kurlam dan berbagi apel kepadanya. Pada akhir
pengumpulan ternyata Kurpat berhasil mengumpulkan 1.000 apel demikian juga
Kurlam berhasil mendapat 1.000 apel, tentu sebagian besar karena pemberian
kurcaci lain.
Raja Negeri Apel Gunung memang sungguh bijaksana, akhirnya ia
mengijinkan Kurpat dan Kurlam menjadi juara kembar, artinya mereka berdua dapat
menjadi manusia selama 1 tahun. Raja bertanya kepada Kurpat dan Kurlam manusia
seperti apakah yang mereka inginkan? Kurlam dengan cepat menjawab: “Aku ingin
jadi manusia yang banyak menerima dan dikasihani..” Ia masih teringat betapa
enaknya menerima pemberian apel dari kurcaci-kurcaci lain. Sebaliknya Kurpat
lebih senang menjadi seorang manusia yang banyak berbagi dan memberi, ia
berkata:”Aku senang dan bahagia waktu berbagi, jadi aku ingin menjadi manusia
yang punya banyak kesempatan memberi...”
Raja berunding dengan para pembantu setianya tentang Kurpat dan Kurlam,
mereka berunding tentang hidup manusia seperti apa yang akan dijalani oleh
mereka berdua. Raja bertanya kepada kedua Menteri:”Kehidupan manusia seperti
apa yang aku harus sediakan untuk Kurlam yang ingin berbagi dan memberi....?”
Menteri Bijak Satu mengatakan:”Supaya ada banyak yang dapat ia berikan maka ia
harus jadi orang yang berhasil dan kaya.” Menteri Bijak Dua berkata:”Agar ia
dapat melakukan banyak hal dalam 1 tahun ke depan jadikanlah dia seorang yang
masih muda, sehat dan kuat..” Raja mengangguk-angguk dan kemudian ia
berkata:”Baik aku setuju dan selain itu aku akan jadikan ia manusia yang pandai dan bijaksana supaya
dari perkataan mulutnya ia juga bisa membagikan banyak hal...”
Sekarang Raja dan kedua Menteri berunding tentang Kurlam yang ingin
hanya menerima dan dikasihani. Menteri Bijak Satu mengatakan:” Untuk menjadi
seorang yang patut dikasihani ia harus menjadi orang tua dengan wajah memelas
karena sakit-sakitan...” Menteri Bijak Dua menyambung:” Ia juga harus menjadi
orang yang sangat miskin supaya tampak makin menyedihkan dan menimbulkan iba...”
Raja mengangguk-angguk kemudian ia bertanya:”Apa pekerjaan manusia ini...?
Dengan serempak Menteri Bijak Satu dan Dua berseru:”Pengemis..!” Demikian lah
dengan hati yang sangat sedih Kurlam menjalani kehidupan manusia selama satu
tahun dengan menjadi seorang pengemis. Sebaliknya Kurpat mengalami pengalaman hidup
yang sangat hebat karena ia menjadi manusia yang sukses yang senang memberi dan
berbagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar