Sabtu, 04 Januari 2014

100 Tips Membangun Kecerdasan Jamak



100 Tip
Membangun
Kecerdasan Jamak  Dalam Diri Anak


Antonius Tanan
Jeni Putri Tanan





DAFTAR ISI


Kata Pengantar
Daftar Isi
·      Pendahuluan;
·      100 Tip Untuk Merangsang Kecerdasan Jamak Anak-anak
·      Penutup:  Orang Tua yang Kompeten
·       
Penutup
Daftar Buku

 











KATA PENGANTAR

Kami ingin mempersembahkan buku ini pertama tama untuk orang orang istimewa yang Tuhan berikan kepada kami sepasang anak Kami. Kami ingin berterus terang bahwa “We have a happy family life” Buku ini adalah ungkapan suka cita dan kepeduliaan kami terhadap masa depan anak-anak kami

Kami harap para pembaca tidak salah paham karena yang Kami bagikan dalam buku ini adalah sebuah konsep, sebuah impian dan sebuah upaya. Kami harus jujur bahwa kami belum berhasil menjadi seorang Orang Tua yang pantas disebut Orang Tua yang Kompeten, Kami sedang membuka jalan dan berjalan ke arah sana. Ingin Kami tegaskan bawa Kami masih dalam proses belajar.

Buku ini ingin Kami tujukan bagi setiap pasangan muda seperti kami yang anak anaknya barangkali masih di tingkat Taman Kanak atau lebih muda dari itu. Bila buku ini ternyata menjadi berkat bagi mereka dengan kondisi yang berbeda maka kami akan turut bersuka cita.  Akhir kata terima kasih TUHAN Pencipta kami yang Ajaib san kepada sepasang anak kami, yaitu Johan dan Iona. Dalam banyak hal sering kali anak-anak yang menjadi “guru” kami. Setiap hari kami belajar tentang kegembiraan hidup, ketulusan dan keramah tamahan dari mereka.

Terima kasih kepada penerbit yang mengijinkan kami untuk menjadikan pengalaman kami menjadi sebuah buku Tuhan memberkati pelayanan anda semua






Pendahuluan: Otak seorang Bayi adalah karya TUHAN Yang Hebat.

Terdapat 3 fakta penting tentang otak dan perkembangan otak anak balita yang sangat penting yaitu yang pertama adalah kenyataan bahwa otak manusia adalah super komputer yang sangat luar biasa.  Tuhan menganugerahkan kita sebuah otak yang jauh lebih hebat dari komputer yang paling hebat. Lihatlah perbandingan dibawah ini


Komputer CRAY
Otak Manusia
Berat
+7 ton
+ 1,5 kg (3 lbs)
Panjang dari “wiring”
60.000 mil
200.000 mil
Kemampuan kalkulasi
400 juta kalkulasi/detik
20.000.000 juta/detik
Cara Pikir
Lateral
Multiordinal-geodesic
Sumber: Tony Buzan, “Make The Most Of Your Mind, PAN, edisi 17, 1988. Hal 26.

Kemampuan kalkulasi otak manusia sedemikian luar biasa sehingga komputer CRAY untuk mencapai tingkat kalkulasi otak manusia selama 1 menit komputer CRAY membutuhkan waktu 100 tahun. Betapa berharganya otak yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Itu adalah sebuah Super Komputer biologis yang telah tersimpan dalam kepala kita. Jangan sampai para orang tua lengah dan lalai membantu anak anak kita untuk dapat mengoptimalkan “super komputer” yang telah dimilikinya.

 

Yang kedua masa kanak kanak adalah masa ketika seseorang mengalami pertumbuhan otak yang sangat pesat. Kutipan dibawah ini akan memberikan pemahaman yang lebih jauh. “Pada umur 4 tahun anak telah mencapai separuh dari kemampuan kecerdasannya, dan pada umur 8 tahun ia mencapai 80%. Setelah umur 8 tahun, tanpa melihat bentuk pendidikan dan lingkungan yang diperoleh, kemampuan kecerdasannya hanya dapat diubah sebanyak 20% (Joan Beck dalam buku “Meningkatkan Kecerdasan Anak”). Dalam buku Head Start: How To Develop Your Child’s Mind yang ditulis oleh DR Robert Fisher dinyatakan bahwa:” Dalam tahun pertama kehidupan seorang bayi ukuran otaknya bertumbuh sangat pesat mencapai ¾ dari ukuran otak seorang dewasa. Dibutuhkan waktu 17 tahun untuk menumbuhkan sisa ¼ bagian berikutnya. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan kegiatan untuk membantu anak anak balita untuk dapat mengembangkan kemampuan otaknya seoptimum mungkin sangatlah penting bukan saja karena kenyataan diatas tapi juga karena anak anak balita tidak dapat menumbuhkan secara optimum tanpa bantuan mereka yang lebih dewasa.

Yang ketiga pemahamanan bahwa tingkat intelegensia tidak tergantung dari “besar”nya tapi dari sejauh mana kita berhasil merangsang intelektual anak anak sehingga “wiring” yang ada dalam jaringan otak anak menjadi saling terkoneksi satu sama lain.


TENTANG KECERDASAN JAMAK


Kami berkenalan dengan konsep kecerdasan jamak (Multiple Intelligences) untuk pertama kalinya adalah ketika membaca buku yang ditulis oleh seorang penulis dan pemikir tenar dari Inggris, Prof Charles Handy yaitu “The Empty Raincoat” (Arrow Book, 1995). Pemahaman Intelegensia Jamak membukakan sebuah wawasan bahwa Tuhan sesungguhnya telah menganugerahkan kita keunikan yang indah yang bila dikembangkan dengan baik akan menolong seseorang untuk berperan dan berprestasi ditengah masyarakat. 

Kemudian buku-buku berikut ini memperkaya wawasan Kami tentang keragaman intelektual Buku-buku lain yang telah memperkaya wawasan Kami adalah “ 7 Kinds of Smart (revised & Updated)”, Plume, 1999. Penulis buku adalah oleh Thomas Armstrong, PhD, kemudian “Head Start: How To Develop Your Child’s Mind”, terbitan Souvenir Press, 1999 yang ditulis oleh Robert Fisher.

Sesungguhnya Prof. Howard Gardner (Frames of Mind, 1993) yang pertama kali mengembangkan dan mempopulerkan konsep Intelegensia jamak Salah satu buku terbaru yang ditulis Prof Gardner adalah “Intelligence Reframed, Multiple Intelligences for the 21st Century” (Basic Books, 1999).

Untuk menjelaskan apa saja yang dapat disebut sebagai keragaman intelektual Kami ingin memanfaat sebuah materi (hand-out) pelatihan tentang keragaman intelektual yang dibawakan oleh Pdt Dr Robby Chandra Mcom. Menurut Dr Robby Chandra STh Mcom kecerdasan adalah kapasitas untuk menyelesaikan masalah masalah dan mengembangkan cara penyelesaian masalah dalam konteks yang beragam dan wajar. Setiap orang berbeda antara lain karena memiliki kombinasi kecerdasan yang berbeda-beda. Jadi bukanya berapa cerdasnya anda namun dalam hal apa dan bagaimana anda cerdas. Nah inilah konsep tentang keragaman intelektual itu 

1.     Kecerdasan ruang dan visual / pandangan :
Mereka yang memiliki kecerdasan ruang dan visual akan cenderung mengutak-atik dan membuat grafik, peta, ilustrasi, dan menata sesuatu yang menggunakan penangkapan mata atau indera penglihatan. Mereka akan belajar dengan baik bila menggunakan peta atau gambaran mengenai apa yang anda bicarakan. Seorang arsitek, pelukis dan pemahat memerlukan kecerdasan seperti ini. Pelukis besar seperti Van Gogh dan Basuki Abdullah memiliki kecerdasan ini secara menonjol.

2.     Kecerdasan lisan atau bahasa
Mereka yang memiliki kecerdasan ini terlihat dari kemampuan yang menonjol  dalam menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Para penulis dan seniman tulis adalah contoh mereka yang memiliki kecerdasan ini secara istimewa. Shakespeare dan Chairil Anwar adalah contohnya

3.     Kecerdasan matematis dan logis
Orang yang memiliki kecerdasan jenis ini memiliki kehandalan dalam berurusan dengan angka, nalar dan penyelesaian masalah. Fisikawan kelas dunia seperti Albert Einstein adalah contoh seseorang yang memiliki kecerdasan ini secara luar biasa.

4.     Kecerdasan fisik dan gerak
Mereka yang memiliki kecerdasan ini cenderung belajar dengan menggunakan aktifitas seperti : permainan, gerakan, coba-coba, dan membangun sesuatu. Para olahragawan seperti Rudy hartono dan Michael Jordan adalah contoh-contohnya.

5.     Kecerdasan musik dan ritme
Pemilik kecerdasan ini cepat belajar melalui lagu, pola, ritme, instrumen musik dan ekspresi nada. Para seniman pemain musi dan pencipta lagu memiliki kekuatan dalam hal kecerdasan musik dan ritme. Contohnya adalah Bethoven dan Kris Dayanti

6.     Kecerdasan dalam pribadi
Pemilik kecerdasan ini terhubung baik dan peka pada perasaan pribadinya, apa yang ia anggap bernilai dan gagasan-gagasan.
Mereka memiliki intuisi yang kuat atas apa yang dipelajari dan kaitan dengan dirinya. Orang orang seperti ini dapat menjadikan dirinya sebagai laboratorium dan ahli psikologi  seperti Freud adalah contohnya.

7.     Kecerdasan interpersonal
Pemilik kecerdasan ini adalah mereka yang sangat memperhatikan orang lain dan terbuka pada orang. Orang orang seperti ini sangat gampang membuat percakapan dan persahabatan. Mereka handal dalam mengelola hubungan antar manusia contohnya adalah para penjual yang hebat seperti Joe Girard dan Ralph Roberts.

8.     Kecerdasan alam
Mereka yang memiliki kecerdasan alam sangat mencintai kehidupan di alam bebas, binatang, dan petualangan alam. Mereka belajar dengan memperhatikan hal-hal berbeda yang kecil. Mereka tertarik pada ilmu biologi, senang menikmati alam sebagai penjelajah atau pendaki gunung.

9.     Kecerdasan eksistensialis
Pemilik kecerdasan ini cenderung memandang masalah dari sudut yang luas dan menyeluruh serta kerap kali mempertanyakan “untuk apa” dan makna dasar eksistensi kita. Orang orang seperti sering berpikir secara mendalam dan  filosofis

Kami yakin Tuhan menganugerahkan anak anak kita dengan kecerdasan yang beragam dan adalah tugas kita untuk menuntun anak anak kita untuk berkelana dalam keindahan keragaman intelektual dan membantu nak anak kita menemukan keunikan keragaman kecerdasannya kemudian mendorong  mereka untuk menikmatinya dan menumbuhkannya.







100 Tip Untuk Merangsang Kecerdasan Jamak Anak-anak
Kami sampaikan bahwa kemungkinan besar pembaca menemukan bahwa ide ide yang terdapat dalam 100 tip ini kebanyakan dapat dilakukan untuk anak anak dibawah 5 tahun atau yang berusia sekitar itu. Dengan jujur kami sampaikan bahwa hal itu terjadi karena kebetulan anak-anak kami pada saat ini baru berusia sekitar itu. Namun paling tidak bila usia anak-anak anda sudah lebih dewasa esensi dari inspirasi 100 tip ini masih dapat berharga untuk anda.
Kecerdasan VISUAL/RUANG
1      Mengenali jalan ke rumah. Ajaklah anak-anak jalan-jalan pagi di akhir pekan dan tanyakanlah kepada dia bagaimana jalan pulang ke rumah. Juga kalau anda pulang ke rumah setelah acara keluarga. Tanyalah kepada anak-anak apakah harus belok kanan atau belok kiri.
2      Mempelajari warna: lewat buku, benda sekitar. Supermarket adalah tempat yang kaya dengan warna. Bila anda berjalan jalan ke Supermarket ini adalah kesempatan untuk menjelaskan tentang keragaman warna
3      Supermarket juga adalah tempat yang kaya dengan fasilitas untuk mengenal berbagai macam barang dengan fungsinya. Ajaklah anak balita ke bagian peraltan dapur, listrik atau peralatan dan perlengkapan cuci. Pakailah kesempatan melihat berbagai barang untuk menerangkan fungsinya.
4      Di tempat yang sama atau di pasar anak-anak kita dapat belajar tentang buah buahan dan sayuran. Bagaimana apel bisa memiliki keragaman jenis, Juga sayur sayuran dengan segala keragaman dan rasa yang berbeda

5      Belajar melukis atau menggambar dari imajinasinya.  Bermain warna dengan cat warna, krayon, dsb. Ajaklah anak-anak menjelajah warna-warna yang dicampur. Biarlah mereka melihat dengan mata kepala sendiri apa yang akan terjadi bila warna merah bercampur biru, bila kuning bercampur merah dan lain lain
6      Ajaklah anak-anak untuk berjalan pagi atau naik sepeda pagi dan berikan penjelasan setiap benda, tumbuhan dan binatang yang dijumpai.
7      Ajak anak-anak mengunjungi pameran lukisan atau mengunjungi seorang pelukis atau pemahat untuk melihat bagaimana seniman lukis dan pahat berkarya.

8      Menyusun balok/LEGO


 

Kecerdasan LINGUISTIK/Bahasa

Pada intinya kemampuan linguistik anak bisa dikembangkan dengan cara berbicara dan mendengarkan mereka.
9      Selalulah bicara kebenaran.  Jangan pernah berbohong, walau untuk hal-hal kecil.  Misalnya, kalau kita harus pergi ke suatu tempat, dan anak tidak boleh ikut, maka kita tidak boleh membohonginya.  Beritahu dia mengapa dia tidak boleh ikut.  Dengan cara ini, anak akan belajar menerima alasan.  Dengan kita berbicara mengenai alasan yang sebenarnya, maka kita sendiri tertantang untuk berdiskusi dan anak anak terlatih untuk mengerti argumentasi dan menyampaikan keberatan dengan benar. Ini adalah sebuah latihan komunikasi dua arah yang sederhana
10   Selalu tanyakan alasan mengapa dia melakukan sesuatu.  Misalnya, kalau dia menangis, tanyakanlah setelah dia tidak lagi menangis, mengapa tadi dia menangis.  Mungkin pertama kali kita harus dengan cara memberikan beberapa jawaban.  Tetapi lama kelamaan, anak akan terlatih untuk mengungkapkan isi hati/alasannya, walaupun dengan kalimat yang sederhana.  Dengan cara ini kemampuan linguistiknya bisa terlatih.
Ƙ  Waktu  seorang anak ditanyakan mengapa dia menangis, maka dia menjawab “Aku sedih.”   Kali lain, ketika ditanya mengapa menangis, dia menjawab, “Aku tidurnya terganggu.”
11   Sehabis setiap hukuman yang diterima, peluklah anak itu dan beritahukan alasan mengapa dia dihukum.  Dengan membicarakan alasan mengapa sampai anda menghukum anak itu, maka kita membangun hubungan yang positif, selain tentu saja dia belajar linguistik.
12   Demikian juga jika anda melarang dia melakukan sesuatu, beritahu alasan yang sebenarnya.  Penting sekali kita berbicara dengan kalimat yang sederhana tetapi merupakan kebenaran.  Pengalaman kami menunjukkan bahwa anak kecil ini bisa mengerti bila kita selalu berbicara kebenaran.
13   Bacakan buku cerita.  Duduklah bersama lalu membaca bersama.  Walaupun ia belum mengenal huruf atau bisa membaca, baginya gambar-gambar dapat bercerita.
Ƙ  Anak kami selalu mengatakan, “Aku mau baca” bila dia ingin dibacakan suatu cerita, dari koleksi buku-bukunya.  Yang menakjubkan adalah bagaimana dia bisa mengenal buku-buku apa yang dia ingini dan apa isinya.
14   Selain membacakan buku cerita, kita juga bisa bercerita secara lisan, misalnya waktu dia sudah mulai memejamkan mata untuk tidur.  Narasi yang baik, dengan intonasi suara tertentu, merupakan hal yang menyenangkan bagi si kecil.
15   Karena kita tidak bisa lepas dari pengaruh media, terutama TV, maka ambillah waktu untuk duduk bersama, menonton apa yang boleh ditonton.  Selama menonton, bicarakanlah apa yang sedang ditonton.  Dengan demikian, kepasifan dari menonton TV bisa dikurangi dengan interaksi aktif.
16   Bila orang tua mempunyai kemampuan berbahasa Inggris, belajarlah ‘Nursery Rhimes’.  Ada buku dan kaset yang dijual yang berisi kumpulan lagu anak-anak dalam bahasa Inggris yang disebut ‘Nursery Rhimes’.  Lagu-lagunya sederhana, baik irama maupun kata-kata, sehingga anak-anak bisa menguasai dengan mudah.  Misalnya, lagu ‘Twinkle-twinkle little star’.  Anak akan terlatih berbahasa Inggris.  Jika tidak bisa dalam bahasa Inggris, Indonesia juga memiliki lagu anak-anak yang bagus, ciptaan Ibu Kasur, Ibu Sud, AT Mahmud,  misalnya, lagu ‘Satu-satu’.
17   Orang tua yang bisa berbahasa lain selain bahasa ibunya, misalnya bahasa Inggris juga bisa melatih anak dengan berbicara dalam bahasa itu untuk hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.  Misalnya, mengajak makan, tidur, menyebut anggota tubuh dan benda-benda sekitar dalam bahasa lain itu. Kalau anda ingin lebih serius jadilah guru privat untuk mereka.
18   Kita juga bisa melatih kemampuan linguistik melalui tebak-tebakan sederhana.  Menyenangkan sekali mendengarkan jawaban yang lucu tapi cukup mengena.
19   Latihlah anak ‘membaca’ merek/lambang dari berbagai barang selama dalam perjalanan.  Apalagi bila ada rute-rute yang rutin dilewati.  Amati apakah ada papan iklan atau papan nama yang cukup besar yang mudah terbaca.  Ajarlah membaca berulang kali.  Nanti tanyakan nama/lambang yang sama bila menemukan di tempat lain.
Ƙ  Anak kami mengetahui cukup banyak merek mobil dan nama toko, sehingga ia bisa menyebutkannya setiap kami melewati papan iklan atau toko tersebut.
20   Anak bisa dilatih membaca sekumpulan kata-kata yang sudah kita buat di atas kartu-kartu.  Buatlah kartu-kartu kata, satu kata dalam satu kartu.  Tuliskan kata-kata sehari-hari yang dia tahu, misalnya: namanya, mama, papa, pergi, pagi-pagi, makan, dsb.  Ajarilah membaca (sebenarnya mengenali lalu menghafal) kata-kata tersebut secara teratur/rutin.  Kemudian kita bisa menyusun kalimat dengan kartu-kartu tersebut.
21   Ajaklah anak-anak untuk menghafal kalimat kalimat yang indah misalnya dari Mazmur 23 atau puisi lain yang baik

Kecerdasan MATEMATIS/LOGIS/ILMIAH

Kemampuan matematika bukan semata-mata kemampuan menghitung.  Kemampuan ini mencakup bidang yang sangat luas, termasuk kemampuan berpikir logis.

22   Anak diajarkan mengenai perbandingan dengan cara membandingkan benda-benda sekitar.  Misalnya, untuk besar kecil, kita bisa membandingkan tangan kita dengan tangannya.  Juga tinggi dan pendek, kurus dan gemuk, panjang dan pendek, dan sebagainya.
23   Selain membandingkan, kita juga bisa mengajarkan mengenai mengelompokkan.  Kumpulkan benda-benda yang sejenis dan ajarkan dia mengenai kelompok dari benda-benda.
24   Demikian juga dalam mengajarkan mengenai ‘korelasi’ atau hubungan.  Anak diajarkan dengan cara sederhana dari benda yang ada di dalam rumah.  Misalnya menutup toples.  Bila kita memiliki berbagai toples atau kotak atau kaleng yang punya tutup.  Ajarkan anak untuk menemukan tutup yang benar dari masing-masing benda itu.
25   Bila anak kita pandai menyebut secara urut angka 1 sampai 10, kita harus tingkatkan sehingga ia bisa memakai pengenalan itu untuk menghitung.  Misalnya dengan menghitung anak tangga yang sering dilalui, menghitung buah-buahan yang ada, dan sebagainya.
26   Kemampuan matematika juga termasuk bisa memilah-milah berbagai bentuk.  Anak bisa diajar mengenali berbagai bentuk (segitiga, bulat, persegi, dsb).  Pertama-tama dengan gambar,  lalu ditingkatkan dengan mengenali bentuk yang dia sudah kenal dari benda-benda sekitar.  Misalnya: TV itu berbentuk kotak, bola itu berbentuk bulat, telur adalah lonjong (oval), dan sebagainya.
27   Kita bisa juga mengajarkan anak untuk melipat kertas (origami).  Tentunya orang tua harus menguasai beberapa bentuk,  Hal ini bisa dipelajari dari buku atau berlatih pada guru TK atau teman anda.  Origami yang sederhana misalnya membuat pesawat terbang, topi (dari kertas koran juga bisa), baju, piano, dsb.
28   Untuk anak yang berusia 4 atau 5 mungkin sudah bisa diperkenalkan dengan permainan yang melibatkan angka.  Misalnya: Ular tangga, Ludo, dsb.  Dimana anak bisa menghitung dari dadu dan waktu menjalankan, dia juga belajar menghitung.
29   Cara lain adalah dengan membaca angka di pelat mobil.  Kemampuan juga bisa ditingkatkan dengan menjumlahkan angka-angka dari suatu pelat mobil, dsb.
30   Mengajarkan mengenal angka dan berhitung juga bisa dengan memakai kartu remi.  Pakailah kartu 1 sampai 10 dan ajarkan anak menghitung.
31   Bahkan di dalam mobil kita bisa melakukan latihan matematika. Misalnya dengan bertanya;”Bajaj mempunyai berapa roda..”. Bila ada dua Bajaj maka jumlah rodanya ada berapa?
32   Anak-anak kita dapat juga dapat belajar angka di Supermarket. Belajar tentang angka, label dan harga yang ditulis dalam kemasan produk dapat menjadi ajang mengajarkan angka angka. Buatlah acara ini sebagai sebuah kegembiraan dengan cara menantang anak anda menebak harga yang tercantum.
33   Melihat kerja alat transportasi dengan melihat pesawat, kereta api, mobil, bus, dsb. Kami pernah mengajak anak untuk pergi ke tempat dimana alat alat berat berada. Dengan penuh antusiame ia  melihat buldozer, crane, truk besar dan lain lain bahkan ia sempat naik ke beberapa alat berat.
34   Di pusat belanja anda dapat melihat begitu banyak educational CD ROM dengan tema matematike dan ilmu pengetahuan alam. Carilah itu dan gunakan sebagai salah satu alat bantu untuk mengajar anak-anak.
35   Mengajarkan anak memencet tombol alat elektronika, dsb.
36   Mempelajari jenis-jenis mobil: dari buku dan museum transportasi lalu di latih selama dalam perjalanan.
37   Beritahukan sesuatu yang baru yang ditemukan di perjalanan yang berhubungan dengan pengetahuan, misalnya: pabrik dengan cerobong asap.
38   Dapur adalah laboratorium yang bisa mengembangkan kemampuan ilmiah anak.  Contoh adalah melihat bagaimana panas api dan minyak goreng dapat merubah bentuk telur.
39   Bicarakan soal listrik dengan menjelaskan mengapa lampu bisa menyala, dsb.
40   Ajarkan anak untuk mengetahui mengenai kesehatan dan keselamatan.  Daripada menakuti-nakuti, lebih baik memberitahu akan bahaya-bahaya yang ada di sekitar rumah.  Misalnya: tidak boleh memegang stop kontak, api, dsb.

 

Kecerdasan FISIK
41   Ajarkan olahraga sederhana seperti lari bersama, melompat-lompat, loncat tali, jalan, naik sepeda dan juga berenang.
42   Orang Tua bisa bermain bola bersama: dalam hal ini dilatih gerakan melempar/menangkap bola dan menyepak/menendang selain berlari
43   Dengan lebih dulu memastikan bahwa meja yang akan dipanjat aman bagi anak, maka anak boleh diajar untuk memanjat.
44   Anak disuruh mengambilkan barang yang bisa dipegang dan yang tempatnya terjangkau dan aman bagi tangan kecilnya
45   Anak dilatih untuk mempunyai kebiasaan menutup pintu setiap kali keluar kamar.  Ia juga lama kelamaan bisa membuka pintu bahkan memutar kunci.
46   Berlatih menuang air ke gelas
47   Berlatih makan dan minum sendiri sedini mungkin
48   Berlatih menggunting dan menempel
49   Naik turun tangga
50   Salah satu cara untuk memotivasi anak anak senang gerakan fisik adalah dengan cara menemani anak menonton pertandingan olah raga secara langsung atau di TV namun jangan lupa mendampingi
Kecerdasan MUSIK dan RITME
51   Bernyanyi bersama, ajarkan nyanyian anak-anak yang sederhana, dengan irama yang tepat dan benar.
52   Kenali jenis-jenis alat musik dengan mendengarkan suara-suara yang dihasilkan lewat lagu, misalnya lagu klasik atau anda dapat membeli Educational CDROM yang memang berkenaan dengan tema ini
53   Pergi ke toko musik dan ajak anak-anak anda untuk melihat alat musik dari dekat dan juga merabanya.
54   Mendengarkan musik klasik sejak dalam kandungan dan jadikan musik klasik dan musik rohani sebagai musik teman tidur atau bermain.
55   Bermain tebak suara
56   Menirukan suara binatang, alat musik atau bunyi-bunyian lain
57   Menari sesuai dengan irama musik tertentu. Di TV bila anda menyaksikan sebuah acara musik dengan tarian tantang anak anda untuk menari.
58   Apabila di gereja terdapat paduan suara atau penampilan musik gerejawi ajak anak anda untuk duduk di depan supaya dapat menyaksikan dengan lebih jelas dan membangkitkan minat mereka.
59   Belajar musik di tempat kursus musik
60   Ikut paduan suara
61   Ada beberapa Educational CDROM tentang musik yang sangat baik. Antara lain Microsoft Musical Instruments, JumpStart Music, Adiboo:Music, Melody & Rhyme, Complete Classical Music dan lain lain.
62   Ajak anak-anak untuk melihat pertunjukkan musik atau tarian dengan musik. Berbagai pusat belanja di Jakarta kerap menyediakan fasilitas ini secara gratis.
63   Apabila anda berlangganan TV Kabel maka beberapa stasiun TV luar negeri di hari hari tertentu menyajikan pertunjukkan musik klasik. Ajak anak anda untuk menonton bersama dan terangkan kepada mereka bermacam bunyi dan bentuk alat musik

Kecerdasan Dalam Pribadi (Intrapersonal)

Adalah kemampuan anak untuk mengenal dirinya sendiri, menguasai diri sendiri untuk apa yang dipikirkan dan rasakan, dan juga mengetahui mengapa ia melakukan sesuatu hal. Ini juga berarti banyak akal, dalam memutuskan apa yang harus dilakukan ketika ia tidak bisa bertanya pada orang dewasa. Kembangkan citra diri yang positif tetapi realistis, sehingga anak merasa yakin akan keberhasilan tetapi sadar bahwa ada kemungkinan akan gagal serta tidak takut akan kegagalan.
64   Sering-sering diskusi mengenai apa yang dipikirkan dan dirasakan. Apabila ia pulang dari sekolah dalam keadaan sedih atau gembira tanyakanlah kenapa ia sedih atau gembira.
65   Latihlah kemandirian, misalnya buka dan pakai sepatu sepatu sendiri
66   Diskusi mengenai apa yang dia inginkan dan berusaha menanyakan alasannya lalu diajarkan yang benar dan salah
67   Tanyakan mengenai apa yang dia kerjakan/hasilkan.  Misalnya: bila dia menggambar atau menyusun balok.
68   Tanyakan mengenai apa yang dia senangi atau nikmati sehabis bepergian atau pergi ke suatu tempat.
Kecerdasan Interpersonal/SOSIAL
69   Bicarakan mengenai hubungan hubungan dalam keluarga ketika sedang menonton TV atau dalam perjalanan. Misalnya Oom Andi itu adalah adiknya papi dan tante Ani adalah kakaknya papi.
70   Latihlah anak-anak untuk berjabat tangan dengan benar, melakukan lambaian selamat tinggal, mengucapkan terima kasih dan juga meminta maaf. Tunjukkan bahwa kita patut berkata terima kasih kepada siapapun yang telah membantu misalnya kepada pembantu. Tentunya orang tua harus dapat memberikan teladan.
71   Beritahukan mengenai kesusahan atau penderitaan orang lain
72   Berikan pilihan
73   Ajarkan dan bawa anak-anak kepada pengalaman untuk mengasihi/menyayangi orang lain. Kami pernah mengajak anak-anak menjamu anak-anak jalanan di restauran KFC dan mengajak anak anak mengunjungi panti jompo. Ini adalah kesempatan untuk berdiskusi tentang kasih kepada sesama.
74   Ajarlah anak-anak untuk menyapa dengan ramah keluarga atau rekan yang dijumpai misalnya dengan mengucapkan: Selamat Pagi, Selamat Siang, Apa Kabar dan lain lain.
75   Ajarlah anak-anak untuk memberikan perhatian kepada kawannya misalnya bila ada yang sakit dorong anak-anak untuk menjenguk(bila tidak menular) atau menelephone.
76   Bimbinglah anak-anak untuk memberikan perhatian pada keluarga terdekat pada hari istimewa. Misalnya pada hari ulang tahun opa atau oma ajak mereka untuk membeli hadiah.
77   Lakukan darmawisata bersama dengan keluarga lain, apakah itu keluarga besar ataupun rekan sekerja. Kesempatan ini menjadi ajang latihan sosialisasi bagi anak-anak.
78   Latihlah anak-anak untuk melakukan komunikasi publik misalnya dengan mengajarkan deklamasi atau meminta mereka bercerita seperti guru dan orang tua duduk menjadi pendengar. 

 

Kecerdasan ALAM

79   Eksplorasi alam sekitar: bunga, daun, pohon, dsb.
80   Menjelaskan gejala alam: siang, malam dsb.
81   Ajak anak anda ke pantai untuk menikmati keindahan matahari terbit dan tenggelam
82   Ajak anak-anak ke tempat yang memiliki kekayaan dan keindahan alami seperti Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas dan lain lain
83   Mengunjungi perkebunan buah-buahan (di Jakarta Taman Buah Mekar sari misalnya) untuk melihat keragaman buah-buahan.
84   Pergi ke kebun binatang, rumah burung, tempat safari atau tempat dimana terdapat akuarium besar.
85   Ajak memancing
86   Mengunjungi peternakan misalnya peternakan (misalnya peternakan babi) untuk melihat babi dari yang masih bayi hingga dewasa.
87   Nonton ke Planetarium setelah membaca buku tentang alam semesta
88   Ajak ke pasar/supermarket untuk menyentuh binatang hidup (misalnya ikan, dsb.)
89   Melakukan eksperimen sederhana, misalnya melihat es yang mencair bila disiram air panas, menanam benih, membuat toge (kecambah) dari kacang hijau, dsb.

Kecerdasan Eksistensialis/FILOSOFIS
90   Beritahu mengenai Allah pencipta secara sederhana.  Melalui benda ciptaan dan juga lagu-lagu. Kami pernah mengajak anak-anak ke Ancol untuk melihat keindahan matahari tenggelam lalu mengajak anak kami yang waktu itu berusia sekitar 4 tahun untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas keindahan alam yang Tuhan ciptakan.
91   Ajak anak-anak anda mengunjungi musium atau lokasi lokasi sejarah masa lampau (misalnya candi Borobudur). Ajaklah anak berdiskusi dan benda benda sejarah hasil kebudayaan manusia masa lampau dapat membangkitkan inspirasi untuk diskusi yang bersifat filosofis. Mungkin saja anak kita akan bertanya kenapa ada orang yang memiliki iman yang berbeda beda. 
92   Ceritakan cerita Alkitab dengan kreatif dengan cara memperagakannya. Misalnya bersandiwara dengan tema Orang Samaria Yang Baik Hati lalu diskusikan apa yang namanya baik hati itu
93   Diskusikan sebuah kasus yang anak anak baru alami atau ketahui dan kemudian bicarakan mengenai benar dan salah atau nilai moral yang ada dalam peristiwa itu.
94   Barangkali terdapat peristiwa dimana rekan atau keluarga yang meninggal dunia maka ketika kita datang menjenguk itu juga dapat menjadi kesempatan untuk menceritakan tentang manusia dapat mati tapi yang percaya kepada Tuhan Yesus akan bertemu denganNya.
95   Membiasakan untuk bertanya pada anak-anak: Kenapa? Tantanglah mereka untuk melakukan pemikiran yang lebih mendalam dan tantanglah anak-anak untuk berdiskusi.
96   Anak kami pernah melihat sebuah patung salib dari kuningan yang menggambarkan penderitaan Kristus di kayu salib. Ia berkata” Papi di salib itu sakit ya”. Momen ini Kami manfaatkan untuk menjelaskan kenapa Tuhan Yesus menderita dan mati bagi kita. Kita dapat membangkitkan inspirasi-inspirasi seperti ini dengan membawa anak anak melihat lukisan atau gambar lukisan tentang kehidupan Kristus.
97   Biasakan anak-anak untuk berpikir filosofis yang mendasar dari Alkitab. Buatlah tema tema diskusi yang sudah anda persiapkan misalnya kenapa kita berbuat baik, kenapa kita ingin berhasil, apa sih yang disebut hidup yang berhasil itu, kenapa terdapat penderitaan dan lain lain. Bila anda memiliki kenadaraan roda 4 pribadi maka saat-saat bepergian seluruh keluarga adalah saat yang baik untuk menggelar diskusi.  Selama berjam-jam anda semua “dipaksa” untuk bersama dan saling berdekatan.
Leonardo Da Vinci, seorang jenius  juga memberikan nasehat yang baik tentang pentingnya memiliki keragaman  pengalaman dengan tiap alat indra manusia. Selain indra mata (visual), telinga (musik dan bunyi) kita juga dapat membantu nak anak kita untuk mengenal keragaman bau (melalui hidung), teksture (melalui kulit/raba) dan rasa (melalui lidah) dan inilah tip dari kami,
98   Ajak anda untuk membedakan berbagai bau, misalnya bau dari bunga atau masakan. Kami cukup terkejut suatau kali salah satu anak kami masuk ke dapur lalu berteriak “Oh, smell good”.
99   Perkenalkan anak-anak dengan keragaman teksture terangkanlah mana yang disebut permukaan yang halus dan mana permukaan yang kasar. Di rumah kita terdapat banyak barang yang memiliki teksture yang berbeda beda. Mulai dari batu yang kasar hingga lantai yang licin.
100Ajak anak anda untuk mengenal masakan dari tempat atau negara yang berbeda dan berikanlah keterangan. Beri penjelasan tentang apa yang disebut asin, manis, pedas atau asam.



Penutup: Panggilan Untuk Menjadi Orang Tua Yang Kompeten

Sedikitnya terdapat 4 alasan kenapa kita sebagai orang tua patut selalu meningkatkan diri menjadi makin kompeten. Yang pertama  kita semua sebagai seorang karyawan atau bekerja sendiri pasti akan sangat tersinggung  bila ada yang mengatakan bahwa kita tidak kompeten. Kata kompeten sangat dalam maknanya, terdapat beda yang jelas antara kualifikasi seseorang yang dianggap kompeten dengan yang tidak kompeten. Seorang yang memiliki kompetensi mampu menyelesaikan tugas pekerjaannya dengan tepat waktu dan tepat kualitas.

Kamus Oxford mendefinsikan kompeten sebagai adequately qualified or capable. atau effective).  Menjadi pekerja yang kompeten adalah begitu penting sehingga tidak heran bila para pekerja professional mencurahkan waktu, enersi dan mengembangkan kompetensi terus menerus. Bila untuk pekerjaan kita ingin menjadi kompeten bukankah kita pantas untuk menjadi orang tua yang kompeten artinya memiliki pengetahuan dan kcakapan yang cukup untuk berperan penuh sebagai orang tua.

Kedua kita tidak bisa merekrut orang lain untuk melakukan tugas ini. Tugas orang tua untuk anak-anak tidak dapat didelegasikan kepada siapapun. Anak-anak dalam keluarga memerlukan peran papa dan mama yang jangan sampai kita delegasikan ke  baby sitter atau papa dan mama mertua. Tidak pernah kita lihat iklan lowongan kerja untuk mereka yang dapat menjalankan peran pengganti ayah dan ibu. “Unfortunately” kita adalah satu-satunya kandidat. Tidak ada yang lain.

Ketiga, suatu kali kita pasti akan melihat hasilnya. Anak anak kita makin bertambah tinggi badannya dan juga berat tubuhnya karena setiap tetes susu dan sendok makanan bergizi yang mereka santap.  Demikian juga bila tiap hari sebagai orang tua kita melakukannya dengan kompetensi yang memadai walaupun itu sedikit demi sedikit maka dengan berjalannya waktu suatu kali kita akan melihat hasilnya.

Keempat, it must be joyful karena Tuhan akan hadir dalam proses ini. Kami melihat perintah Alkitab yang jelas untuk Orang Tua agar bertanggung jawab dan mengasihi anak anak mereka. Kalau Kami laksanakan mandat ini Kami yakin Tuhan pasti menyertai dan memberkati. So.. it must be fun. Jadi ..just do it.





Daftar Buku

·      Thomas Armstrong, PhD “ 7 Kinds of Smart (revised & Updated)”, Plume, 1999.
·      Robert Fisher, “How To Develop Your Child’s Mind,  Souvenir Press, 1999.
·      Howard Gardner, “Intelligence Reframed, Multiple Intelligences for the 21st Century” (Basic Books, 1999).
·      Charlotte Mason
·      Edith Schaeffer

·      Charles Handy, The Empty Raincoat

















 
Tentang Penulis





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar