100 Tip
Membangun
Kecerdasan Jamak Dalam Diri Anak
Antonius Tanan
Jeni Putri Tanan
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
·
Pendahuluan;
·
100 Tip Untuk Merangsang Kecerdasan Jamak Anak-anak
· Penutup: Orang
Tua yang Kompeten
·
Penutup
Daftar
Buku
KATA PENGANTAR
Kami ingin mempersembahkan
buku ini pertama tama untuk orang orang istimewa yang Tuhan berikan kepada kami
sepasang anak Kami. Kami ingin berterus terang bahwa “We have a happy family life” Buku ini adalah ungkapan suka cita
dan kepeduliaan kami terhadap masa depan anak-anak kami
Kami harap para pembaca tidak
salah paham karena yang Kami bagikan dalam buku ini adalah sebuah konsep,
sebuah impian dan sebuah upaya. Kami harus jujur bahwa kami belum berhasil
menjadi seorang Orang Tua yang pantas disebut Orang Tua yang Kompeten, Kami
sedang membuka jalan dan berjalan ke arah sana. Ingin Kami tegaskan bawa Kami
masih dalam proses belajar.
Buku ini ingin Kami tujukan
bagi setiap pasangan muda seperti kami yang anak anaknya barangkali masih di
tingkat Taman Kanak atau lebih muda dari itu. Bila buku ini ternyata menjadi
berkat bagi mereka dengan kondisi yang berbeda maka kami akan turut bersuka
cita. Akhir kata terima kasih TUHAN
Pencipta kami yang Ajaib san kepada sepasang anak kami, yaitu Johan dan Iona. Dalam
banyak hal sering kali anak-anak yang menjadi “guru” kami. Setiap hari kami
belajar tentang kegembiraan hidup, ketulusan dan keramah tamahan dari mereka.
Terima kasih kepada penerbit
yang mengijinkan kami untuk menjadikan pengalaman kami menjadi sebuah buku
Tuhan memberkati pelayanan anda semua
Pendahuluan: Otak seorang Bayi adalah karya TUHAN Yang Hebat.
Terdapat 3 fakta penting tentang otak dan
perkembangan otak anak balita yang sangat penting yaitu yang pertama adalah kenyataan bahwa otak
manusia adalah super komputer yang sangat luar biasa. Tuhan menganugerahkan kita sebuah otak yang
jauh lebih hebat dari komputer yang paling hebat. Lihatlah
perbandingan dibawah ini
|
|
Komputer
CRAY
|
Otak
Manusia
|
|
Berat
|
+7 ton
|
+ 1,5 kg
(3 lbs)
|
|
Panjang dari “wiring”
|
60.000 mil
|
200.000 mil
|
|
Kemampuan kalkulasi
|
400 juta kalkulasi/detik
|
20.000.000 juta/detik
|
|
Cara Pikir
|
Lateral
|
Multiordinal-geodesic
|
Sumber:
Tony Buzan, “Make The Most Of Your Mind, PAN, edisi 17, 1988. Hal 26.
Kemampuan kalkulasi otak
manusia sedemikian luar biasa sehingga komputer CRAY untuk mencapai tingkat
kalkulasi otak manusia selama 1 menit komputer CRAY membutuhkan waktu 100
tahun. Betapa berharganya otak yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Itu adalah
sebuah Super Komputer biologis yang telah tersimpan dalam kepala kita. Jangan
sampai para orang tua lengah dan lalai membantu anak anak kita untuk dapat
mengoptimalkan “super komputer” yang telah dimilikinya.
Yang kedua masa kanak kanak adalah masa ketika seseorang mengalami
pertumbuhan otak yang sangat pesat. Kutipan dibawah ini akan memberikan
pemahaman yang lebih jauh. “Pada umur 4
tahun anak telah mencapai separuh
dari kemampuan kecerdasannya, dan pada umur 8 tahun ia mencapai 80%. Setelah
umur 8 tahun, tanpa melihat bentuk pendidikan dan lingkungan yang diperoleh,
kemampuan kecerdasannya hanya dapat diubah sebanyak 20% (Joan Beck dalam buku
“Meningkatkan Kecerdasan Anak”). Dalam buku Head Start: How To Develop Your Child’s Mind yang ditulis oleh DR Robert
Fisher dinyatakan bahwa:” Dalam tahun
pertama kehidupan seorang bayi ukuran otaknya bertumbuh sangat pesat mencapai ¾
dari ukuran otak seorang dewasa. Dibutuhkan waktu 17 tahun untuk menumbuhkan
sisa ¼ bagian berikutnya. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan kegiatan untuk
membantu anak anak balita untuk dapat mengembangkan kemampuan otaknya seoptimum
mungkin sangatlah penting bukan saja karena kenyataan diatas tapi juga karena
anak anak balita tidak dapat menumbuhkan secara optimum tanpa bantuan mereka
yang lebih dewasa.
Yang ketiga pemahamanan
bahwa tingkat intelegensia tidak tergantung dari “besar”nya tapi dari sejauh
mana kita berhasil merangsang intelektual anak anak sehingga “wiring” yang ada dalam jaringan otak
anak menjadi saling terkoneksi satu sama lain.
TENTANG KECERDASAN JAMAK
Kami
berkenalan dengan konsep kecerdasan jamak (Multiple Intelligences) untuk
pertama kalinya adalah ketika membaca buku yang ditulis oleh seorang penulis
dan pemikir tenar dari Inggris, Prof Charles Handy yaitu “The Empty Raincoat”
(Arrow Book, 1995). Pemahaman Intelegensia
Jamak membukakan sebuah wawasan bahwa Tuhan sesungguhnya telah menganugerahkan
kita keunikan yang indah yang bila dikembangkan dengan baik akan menolong
seseorang untuk berperan dan berprestasi ditengah masyarakat.
Kemudian buku-buku berikut ini memperkaya
wawasan Kami tentang keragaman intelektual Buku-buku lain yang telah memperkaya wawasan Kami adalah “ 7
Kinds of Smart (revised & Updated)”, Plume, 1999. Penulis buku adalah oleh
Thomas Armstrong, PhD, kemudian “Head Start: How To Develop Your Child’s Mind”,
terbitan Souvenir Press, 1999 yang ditulis oleh Robert Fisher.
Sesungguhnya Prof. Howard Gardner (Frames of Mind, 1993) yang
pertama kali mengembangkan dan mempopulerkan konsep Intelegensia jamak Salah
satu buku terbaru yang ditulis Prof Gardner adalah “Intelligence Reframed, Multiple Intelligences for the 21st
Century” (Basic Books, 1999).
Untuk menjelaskan apa
saja yang dapat disebut sebagai keragaman intelektual Kami ingin memanfaat
sebuah materi (hand-out) pelatihan tentang keragaman intelektual yang dibawakan
oleh Pdt Dr Robby Chandra Mcom. Menurut Dr Robby Chandra STh Mcom kecerdasan
adalah kapasitas untuk menyelesaikan masalah masalah dan mengembangkan cara
penyelesaian masalah dalam konteks yang beragam dan wajar. Setiap orang berbeda
antara lain karena memiliki kombinasi kecerdasan yang berbeda-beda. Jadi bukanya berapa cerdasnya anda namun dalam hal apa
dan bagaimana anda cerdas. Nah inilah konsep tentang keragaman
intelektual itu
1.
Kecerdasan
ruang dan visual / pandangan :
Mereka yang memiliki
kecerdasan ruang dan visual akan cenderung mengutak-atik dan membuat grafik,
peta, ilustrasi, dan menata sesuatu yang menggunakan penangkapan mata atau
indera penglihatan. Mereka akan belajar dengan baik bila menggunakan peta atau
gambaran mengenai apa yang anda bicarakan. Seorang arsitek, pelukis dan pemahat
memerlukan kecerdasan seperti ini. Pelukis besar seperti Van Gogh dan Basuki
Abdullah memiliki kecerdasan ini secara menonjol.
2.
Kecerdasan
lisan atau bahasa
Mereka yang memiliki kecerdasan ini terlihat dari kemampuan
yang menonjol dalam menulis, membaca,
menyimak dan berbicara. Para penulis dan seniman tulis adalah contoh mereka
yang memiliki kecerdasan ini secara istimewa. Shakespeare dan Chairil Anwar
adalah contohnya
3.
Kecerdasan
matematis dan logis
Orang yang memiliki kecerdasan jenis ini memiliki kehandalan dalam
berurusan dengan angka, nalar dan penyelesaian masalah. Fisikawan kelas dunia
seperti Albert Einstein adalah contoh seseorang yang memiliki kecerdasan ini
secara luar biasa.
4.
Kecerdasan
fisik dan gerak
Mereka yang memiliki kecerdasan ini cenderung
belajar dengan menggunakan aktifitas seperti : permainan, gerakan, coba-coba,
dan membangun sesuatu. Para olahragawan seperti Rudy hartono dan Michael Jordan
adalah contoh-contohnya.
5.
Kecerdasan
musik dan ritme
Pemilik kecerdasan ini cepat belajar melalui lagu,
pola, ritme, instrumen musik dan ekspresi nada. Para seniman pemain musi dan
pencipta lagu memiliki kekuatan dalam hal kecerdasan musik dan ritme. Contohnya
adalah Bethoven dan Kris Dayanti
6.
Kecerdasan
dalam pribadi
Pemilik kecerdasan ini
terhubung baik dan peka pada perasaan pribadinya, apa yang ia anggap bernilai
dan gagasan-gagasan.
Mereka memiliki intuisi yang kuat atas apa yang
dipelajari dan kaitan dengan dirinya. Orang orang seperti ini dapat menjadikan
dirinya sebagai laboratorium dan ahli psikologi
seperti Freud adalah contohnya.
7.
Kecerdasan
interpersonal
Pemilik kecerdasan ini adalah mereka yang sangat
memperhatikan orang lain dan terbuka pada orang. Orang orang seperti ini sangat gampang membuat percakapan
dan persahabatan. Mereka handal dalam mengelola hubungan antar manusia
contohnya adalah para penjual yang hebat seperti Joe Girard dan Ralph Roberts.
8.
Kecerdasan
alam
Mereka yang memiliki kecerdasan
alam sangat mencintai kehidupan di alam bebas, binatang, dan petualangan alam.
Mereka belajar dengan memperhatikan hal-hal berbeda yang kecil. Mereka tertarik
pada ilmu biologi, senang menikmati alam sebagai penjelajah atau pendaki
gunung.
9.
Kecerdasan
eksistensialis
Pemilik kecerdasan ini cenderung memandang masalah
dari sudut yang luas dan menyeluruh serta kerap kali mempertanyakan “untuk apa”
dan makna dasar eksistensi kita. Orang orang seperti sering berpikir secara
mendalam dan filosofis
Kami yakin Tuhan menganugerahkan anak anak kita dengan
kecerdasan yang beragam dan adalah tugas kita untuk menuntun anak anak kita
untuk berkelana dalam keindahan keragaman intelektual dan membantu nak anak
kita menemukan keunikan keragaman kecerdasannya kemudian mendorong mereka untuk menikmatinya dan menumbuhkannya.
100 Tip Untuk Merangsang Kecerdasan Jamak Anak-anak
Kami
sampaikan bahwa kemungkinan besar pembaca menemukan bahwa ide ide yang terdapat
dalam 100 tip ini kebanyakan dapat dilakukan untuk anak anak dibawah 5 tahun
atau yang berusia sekitar itu. Dengan jujur kami sampaikan bahwa hal itu
terjadi karena kebetulan anak-anak kami pada saat ini baru berusia sekitar itu.
Namun paling tidak bila usia anak-anak anda sudah lebih dewasa esensi dari
inspirasi 100 tip ini masih dapat berharga untuk anda.
Kecerdasan VISUAL/RUANG
1
Mengenali jalan ke rumah. Ajaklah anak-anak
jalan-jalan pagi di akhir pekan dan tanyakanlah kepada dia bagaimana jalan
pulang ke rumah. Juga kalau anda pulang ke rumah setelah acara keluarga.
Tanyalah kepada anak-anak apakah harus belok kanan atau belok kiri.
2
Mempelajari warna: lewat buku, benda
sekitar. Supermarket adalah tempat yang
kaya dengan warna. Bila anda berjalan jalan ke Supermarket ini adalah
kesempatan untuk menjelaskan tentang keragaman warna
3
Supermarket
juga adalah tempat yang kaya dengan fasilitas untuk mengenal berbagai macam
barang dengan fungsinya. Ajaklah anak balita ke bagian peraltan dapur, listrik
atau peralatan dan perlengkapan cuci. Pakailah kesempatan melihat
berbagai barang untuk menerangkan fungsinya.
4
Di tempat yang sama atau di pasar anak-anak
kita dapat belajar tentang buah buahan dan sayuran. Bagaimana apel bisa
memiliki keragaman jenis, Juga sayur sayuran dengan segala keragaman dan rasa
yang berbeda
5
Belajar melukis atau menggambar dari
imajinasinya. Bermain warna dengan cat
warna, krayon, dsb. Ajaklah anak-anak menjelajah warna-warna yang dicampur.
Biarlah mereka melihat dengan mata kepala sendiri apa yang akan terjadi bila
warna merah bercampur biru, bila kuning bercampur merah dan lain lain
6
Ajaklah anak-anak untuk berjalan pagi atau
naik sepeda pagi dan berikan penjelasan setiap benda, tumbuhan dan binatang
yang dijumpai.
7
Ajak anak-anak mengunjungi pameran lukisan
atau mengunjungi seorang pelukis atau pemahat untuk melihat bagaimana seniman
lukis dan pahat berkarya.
8
Menyusun balok/LEGO
Kecerdasan LINGUISTIK/Bahasa
Pada
intinya kemampuan linguistik anak bisa dikembangkan dengan cara berbicara dan
mendengarkan mereka.
9
Selalulah bicara kebenaran. Jangan pernah berbohong, walau untuk hal-hal
kecil. Misalnya, kalau kita harus pergi
ke suatu tempat, dan anak tidak boleh ikut, maka kita tidak boleh
membohonginya. Beritahu dia mengapa dia
tidak boleh ikut. Dengan cara ini, anak
akan belajar menerima alasan. Dengan
kita berbicara mengenai alasan yang sebenarnya, maka kita sendiri tertantang
untuk berdiskusi dan anak anak terlatih untuk mengerti argumentasi dan
menyampaikan keberatan dengan benar. Ini adalah sebuah latihan komunikasi dua
arah yang sederhana
10
Selalu
tanyakan alasan mengapa dia melakukan sesuatu.
Misalnya, kalau dia menangis, tanyakanlah setelah dia tidak lagi
menangis, mengapa tadi dia menangis.
Mungkin pertama kali kita harus dengan cara memberikan beberapa
jawaban. Tetapi lama kelamaan, anak akan
terlatih untuk mengungkapkan isi hati/alasannya, walaupun dengan kalimat yang
sederhana. Dengan
cara ini kemampuan linguistiknya bisa terlatih.
Ć Waktu seorang anak ditanyakan mengapa dia menangis,
maka dia menjawab “Aku sedih.” Kali lain,
ketika ditanya mengapa menangis, dia menjawab, “Aku tidurnya terganggu.”
11
Sehabis setiap hukuman yang diterima,
peluklah anak itu dan beritahukan alasan mengapa dia dihukum. Dengan membicarakan alasan mengapa sampai
anda menghukum anak itu, maka kita membangun hubungan yang positif, selain
tentu saja dia belajar linguistik.
12
Demikian juga jika anda melarang dia
melakukan sesuatu, beritahu alasan yang sebenarnya. Penting sekali kita berbicara dengan kalimat
yang sederhana tetapi merupakan kebenaran.
Pengalaman kami menunjukkan bahwa anak kecil ini bisa mengerti bila kita
selalu berbicara kebenaran.
13
Bacakan buku cerita. Duduklah bersama lalu membaca bersama. Walaupun ia belum mengenal huruf atau bisa
membaca, baginya gambar-gambar dapat bercerita.
Ć Anak
kami selalu mengatakan, “Aku mau baca” bila dia ingin dibacakan suatu cerita,
dari koleksi buku-bukunya. Yang
menakjubkan adalah bagaimana dia bisa mengenal buku-buku apa yang dia ingini
dan apa isinya.
14
Selain membacakan buku cerita, kita juga
bisa bercerita secara lisan, misalnya waktu dia sudah mulai memejamkan mata
untuk tidur. Narasi yang baik, dengan
intonasi suara tertentu, merupakan hal yang menyenangkan bagi si kecil.
15
Karena kita tidak bisa lepas dari pengaruh
media, terutama TV, maka ambillah waktu untuk duduk bersama, menonton apa yang
boleh ditonton. Selama menonton,
bicarakanlah apa yang sedang ditonton.
Dengan demikian, kepasifan dari menonton TV bisa dikurangi dengan
interaksi aktif.
16
Bila orang tua mempunyai kemampuan berbahasa
Inggris, belajarlah ‘Nursery Rhimes’.
Ada buku dan kaset yang dijual yang berisi kumpulan lagu anak-anak dalam
bahasa Inggris yang disebut ‘Nursery Rhimes’.
Lagu-lagunya sederhana, baik irama maupun kata-kata, sehingga anak-anak
bisa menguasai dengan mudah. Misalnya,
lagu ‘Twinkle-twinkle little star’. Anak
akan terlatih berbahasa Inggris. Jika
tidak bisa dalam bahasa Inggris, Indonesia juga memiliki lagu anak-anak yang
bagus, ciptaan Ibu Kasur, Ibu Sud, AT Mahmud,
misalnya, lagu ‘Satu-satu’.
17
Orang tua yang bisa berbahasa lain selain
bahasa ibunya, misalnya bahasa Inggris juga bisa melatih anak dengan berbicara
dalam bahasa itu untuk hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengajak makan, tidur, menyebut anggota
tubuh dan benda-benda sekitar dalam bahasa lain itu. Kalau anda ingin lebih
serius jadilah guru privat untuk mereka.
18
Kita juga bisa melatih kemampuan linguistik
melalui tebak-tebakan sederhana.
Menyenangkan sekali mendengarkan jawaban yang lucu tapi cukup mengena.
19
Latihlah anak ‘membaca’ merek/lambang dari
berbagai barang selama dalam perjalanan.
Apalagi bila ada rute-rute yang rutin dilewati. Amati apakah ada papan iklan atau papan nama
yang cukup besar yang mudah terbaca.
Ajarlah membaca berulang kali.
Nanti tanyakan nama/lambang yang sama bila menemukan di tempat lain.
Ć Anak
kami mengetahui cukup banyak merek mobil dan nama toko, sehingga ia bisa
menyebutkannya setiap kami melewati papan iklan atau toko tersebut.
20
Anak bisa dilatih membaca sekumpulan
kata-kata yang sudah kita buat di atas kartu-kartu. Buatlah kartu-kartu kata, satu kata dalam
satu kartu. Tuliskan kata-kata
sehari-hari yang dia tahu, misalnya: namanya, mama, papa, pergi, pagi-pagi,
makan, dsb. Ajarilah membaca (sebenarnya
mengenali lalu menghafal) kata-kata tersebut secara teratur/rutin. Kemudian kita bisa menyusun kalimat dengan
kartu-kartu tersebut.
21
Ajaklah anak-anak untuk menghafal kalimat
kalimat yang indah misalnya dari Mazmur 23 atau puisi lain yang baik
Kecerdasan MATEMATIS/LOGIS/ILMIAH
Kemampuan
matematika bukan semata-mata kemampuan menghitung. Kemampuan ini mencakup bidang yang sangat
luas, termasuk kemampuan berpikir logis.
22
Anak diajarkan mengenai perbandingan dengan
cara membandingkan benda-benda sekitar.
Misalnya, untuk besar kecil, kita bisa membandingkan tangan kita dengan
tangannya. Juga tinggi dan pendek, kurus dan gemuk, panjang dan
pendek, dan sebagainya.
23
Selain
membandingkan, kita juga bisa mengajarkan mengenai mengelompokkan. Kumpulkan benda-benda yang sejenis dan
ajarkan dia mengenai kelompok dari benda-benda.
24
Demikian
juga dalam mengajarkan mengenai ‘korelasi’ atau hubungan. Anak diajarkan dengan cara sederhana dari
benda yang ada di dalam rumah. Misalnya
menutup toples. Bila kita memiliki
berbagai toples atau kotak atau kaleng yang punya tutup. Ajarkan anak untuk menemukan tutup yang benar
dari masing-masing benda itu.
25
Bila
anak kita pandai menyebut secara urut angka 1 sampai 10, kita harus tingkatkan
sehingga ia bisa memakai pengenalan itu untuk menghitung. Misalnya dengan
menghitung anak tangga yang sering dilalui, menghitung buah-buahan yang ada,
dan sebagainya.
26
Kemampuan matematika juga termasuk bisa
memilah-milah berbagai bentuk. Anak bisa
diajar mengenali berbagai bentuk (segitiga, bulat, persegi, dsb). Pertama-tama dengan gambar, lalu ditingkatkan dengan mengenali bentuk
yang dia sudah kenal dari benda-benda sekitar.
Misalnya: TV itu berbentuk kotak, bola itu berbentuk bulat, telur adalah
lonjong (oval), dan sebagainya.
27
Kita bisa juga mengajarkan anak untuk
melipat kertas (origami). Tentunya orang
tua harus menguasai beberapa bentuk, Hal
ini bisa dipelajari dari buku atau berlatih pada guru TK atau teman anda. Origami yang sederhana misalnya membuat
pesawat terbang, topi (dari kertas koran juga bisa), baju, piano, dsb.
28
Untuk anak yang berusia 4 atau 5 mungkin
sudah bisa diperkenalkan dengan permainan yang melibatkan angka. Misalnya: Ular tangga, Ludo, dsb. Dimana anak bisa menghitung dari dadu dan waktu
menjalankan, dia juga belajar menghitung.
29
Cara lain adalah dengan membaca angka di
pelat mobil. Kemampuan juga bisa
ditingkatkan dengan menjumlahkan angka-angka dari suatu pelat mobil, dsb.
30
Mengajarkan
mengenal angka dan berhitung juga bisa dengan memakai kartu remi. Pakailah kartu 1 sampai
10 dan ajarkan anak menghitung.
31
Bahkan
di dalam mobil kita bisa melakukan latihan matematika. Misalnya dengan
bertanya;”Bajaj mempunyai berapa roda..”. Bila ada dua Bajaj maka jumlah
rodanya ada berapa?
32
Anak-anak
kita dapat juga dapat belajar angka di Supermarket. Belajar tentang angka, label
dan harga yang ditulis dalam kemasan produk dapat menjadi ajang mengajarkan
angka angka. Buatlah acara ini sebagai sebuah kegembiraan dengan
cara menantang anak anda menebak harga yang tercantum.
33
Melihat kerja alat transportasi dengan
melihat pesawat, kereta api, mobil, bus, dsb. Kami pernah mengajak anak untuk pergi ke tempat dimana
alat alat berat berada. Dengan penuh antusiame ia melihat buldozer, crane, truk besar dan lain
lain bahkan ia sempat naik ke beberapa alat berat.
34
Di
pusat belanja anda dapat melihat begitu banyak educational CD ROM dengan tema
matematike dan ilmu pengetahuan alam. Carilah itu dan gunakan sebagai salah
satu alat bantu untuk mengajar anak-anak.
35
Mengajarkan
anak memencet tombol alat elektronika, dsb.
36
Mempelajari jenis-jenis mobil: dari buku dan
museum transportasi lalu di latih selama dalam perjalanan.
37
Beritahukan sesuatu yang baru yang ditemukan
di perjalanan yang berhubungan dengan pengetahuan, misalnya: pabrik dengan
cerobong asap.
38
Dapur adalah laboratorium yang bisa
mengembangkan kemampuan ilmiah anak.
Contoh adalah melihat bagaimana panas api dan minyak goreng dapat
merubah bentuk telur.
39
Bicarakan
soal listrik dengan menjelaskan mengapa lampu bisa menyala, dsb.
40
Ajarkan
anak untuk mengetahui mengenai kesehatan dan keselamatan. Daripada menakuti-nakuti, lebih baik
memberitahu akan bahaya-bahaya yang ada di sekitar rumah. Misalnya: tidak boleh
memegang stop kontak, api, dsb.
Kecerdasan FISIK
41
Ajarkan olahraga sederhana seperti lari
bersama, melompat-lompat, loncat tali, jalan, naik sepeda dan juga berenang.
42
Orang Tua bisa bermain bola bersama: dalam
hal ini dilatih gerakan melempar/menangkap bola dan menyepak/menendang selain
berlari
43
Dengan lebih dulu memastikan bahwa meja yang
akan dipanjat aman bagi anak, maka anak boleh diajar untuk memanjat.
44
Anak disuruh mengambilkan barang yang bisa
dipegang dan yang tempatnya terjangkau dan aman bagi tangan kecilnya
45 Anak
dilatih untuk mempunyai kebiasaan menutup pintu setiap kali keluar kamar. Ia juga lama kelamaan bisa membuka pintu bahkan memutar kunci.
46
Berlatih menuang air ke gelas
47
Berlatih
makan dan minum sendiri sedini mungkin
48
Berlatih menggunting dan menempel
49
Naik turun tangga
50
Salah satu cara untuk memotivasi anak anak
senang gerakan fisik adalah dengan cara menemani anak menonton pertandingan
olah raga secara langsung atau di TV namun jangan lupa mendampingi
Kecerdasan MUSIK dan
RITME
51
Bernyanyi bersama, ajarkan nyanyian
anak-anak yang sederhana, dengan irama yang tepat dan benar.
52
Kenali jenis-jenis alat musik dengan
mendengarkan suara-suara yang dihasilkan lewat lagu, misalnya lagu klasik atau
anda dapat membeli Educational CDROM yang memang berkenaan dengan tema ini
53
Pergi ke toko musik dan ajak anak-anak anda
untuk melihat alat musik dari dekat dan juga merabanya.
54
Mendengarkan musik klasik sejak dalam
kandungan dan jadikan musik klasik dan musik rohani sebagai musik teman tidur
atau bermain.
55
Bermain tebak suara
56
Menirukan
suara binatang, alat musik atau bunyi-bunyian lain
57
Menari
sesuai dengan irama musik tertentu. Di TV bila anda menyaksikan sebuah acara
musik dengan tarian tantang anak anda untuk menari.
58
Apabila
di gereja terdapat paduan suara atau penampilan musik gerejawi ajak anak anda
untuk duduk di depan supaya dapat menyaksikan dengan lebih jelas dan
membangkitkan minat mereka.
59
Belajar
musik di tempat kursus musik
60
Ikut paduan suara
61
Ada beberapa Educational CDROM tentang musik
yang sangat baik. Antara lain Microsoft Musical Instruments, JumpStart Music,
Adiboo:Music, Melody & Rhyme, Complete Classical Music dan lain lain.
62
Ajak anak-anak untuk melihat pertunjukkan
musik atau tarian dengan musik. Berbagai pusat belanja di Jakarta kerap
menyediakan fasilitas ini secara gratis.
63
Apabila anda berlangganan TV Kabel maka
beberapa stasiun TV luar negeri di hari hari tertentu menyajikan pertunjukkan
musik klasik. Ajak anak anda untuk menonton bersama dan terangkan kepada mereka
bermacam bunyi dan bentuk alat musik
Kecerdasan Dalam Pribadi (Intrapersonal)
Adalah kemampuan anak untuk mengenal dirinya sendiri,
menguasai diri sendiri untuk apa yang dipikirkan dan rasakan, dan juga
mengetahui mengapa ia melakukan sesuatu hal. Ini juga berarti banyak akal,
dalam memutuskan apa yang harus dilakukan ketika ia tidak bisa bertanya pada
orang dewasa. Kembangkan citra diri yang positif tetapi realistis, sehingga
anak merasa yakin akan keberhasilan tetapi sadar bahwa ada kemungkinan akan
gagal serta tidak takut akan kegagalan.
64
Sering-sering diskusi mengenai apa yang
dipikirkan dan dirasakan. Apabila ia pulang dari sekolah dalam keadaan sedih
atau gembira tanyakanlah kenapa ia sedih atau gembira.
65
Latihlah kemandirian, misalnya buka dan
pakai sepatu sepatu sendiri
66
Diskusi mengenai apa yang dia inginkan dan
berusaha menanyakan alasannya lalu diajarkan yang benar dan salah
67
Tanyakan mengenai apa yang dia kerjakan/hasilkan. Misalnya: bila dia menggambar atau menyusun
balok.
68
Tanyakan mengenai apa yang dia senangi atau
nikmati sehabis bepergian atau pergi ke suatu tempat.
Kecerdasan
Interpersonal/SOSIAL
69
Bicarakan mengenai hubungan hubungan dalam
keluarga ketika sedang menonton TV atau dalam perjalanan. Misalnya Oom Andi itu
adalah adiknya papi dan tante Ani adalah kakaknya papi.
70
Latihlah anak-anak untuk berjabat tangan
dengan benar, melakukan lambaian selamat tinggal, mengucapkan terima kasih dan
juga meminta maaf. Tunjukkan bahwa kita patut berkata terima kasih kepada
siapapun yang telah membantu misalnya kepada pembantu. Tentunya orang tua harus
dapat memberikan teladan.
71
Beritahukan mengenai kesusahan atau
penderitaan orang lain
72
Berikan pilihan
73
Ajarkan dan bawa anak-anak kepada pengalaman
untuk mengasihi/menyayangi orang lain. Kami pernah mengajak anak-anak menjamu
anak-anak jalanan di restauran KFC dan mengajak anak anak mengunjungi panti
jompo. Ini adalah kesempatan untuk berdiskusi tentang kasih kepada sesama.
74
Ajarlah anak-anak untuk menyapa dengan ramah
keluarga atau rekan yang dijumpai misalnya dengan mengucapkan: Selamat Pagi,
Selamat Siang, Apa Kabar dan lain lain.
75
Ajarlah anak-anak untuk memberikan perhatian
kepada kawannya misalnya bila ada yang sakit dorong anak-anak untuk
menjenguk(bila tidak menular) atau menelephone.
76
Bimbinglah anak-anak untuk memberikan
perhatian pada keluarga terdekat pada hari istimewa. Misalnya pada hari ulang
tahun opa atau oma ajak mereka untuk membeli hadiah.
77
Lakukan darmawisata bersama dengan keluarga
lain, apakah itu keluarga besar ataupun rekan sekerja. Kesempatan ini menjadi
ajang latihan sosialisasi bagi anak-anak.
78
Latihlah anak-anak untuk melakukan
komunikasi publik misalnya dengan mengajarkan deklamasi atau meminta mereka
bercerita seperti guru dan orang tua duduk menjadi pendengar.
Kecerdasan ALAM
79
Eksplorasi
alam sekitar: bunga, daun, pohon, dsb.
80
Menjelaskan
gejala alam: siang, malam dsb.
81
Ajak
anak anda ke pantai untuk menikmati keindahan matahari terbit dan tenggelam
82
Ajak
anak-anak ke tempat yang memiliki kekayaan dan keindahan alami seperti Kebun
Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas dan lain lain
83
Mengunjungi
perkebunan buah-buahan (di Jakarta Taman Buah Mekar sari misalnya) untuk
melihat keragaman buah-buahan.
84
Pergi
ke kebun binatang, rumah burung, tempat safari atau tempat dimana terdapat
akuarium besar.
85
Ajak memancing
86
Mengunjungi peternakan misalnya peternakan
(misalnya peternakan babi) untuk melihat babi dari yang masih bayi hingga
dewasa.
87 Nonton ke Planetarium setelah membaca buku tentang
alam semesta
88 Ajak ke pasar/supermarket untuk menyentuh binatang
hidup (misalnya ikan, dsb.)
89 Melakukan eksperimen sederhana, misalnya melihat es
yang mencair bila disiram air panas, menanam benih, membuat toge (kecambah)
dari kacang hijau, dsb.
Kecerdasan
Eksistensialis/FILOSOFIS
90
Beritahu mengenai Allah pencipta secara
sederhana. Melalui benda ciptaan dan
juga lagu-lagu. Kami pernah mengajak anak-anak ke Ancol untuk melihat keindahan
matahari tenggelam lalu mengajak anak kami yang waktu itu berusia sekitar 4
tahun untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas keindahan alam yang Tuhan
ciptakan.
91
Ajak anak-anak anda mengunjungi musium atau
lokasi lokasi sejarah masa lampau (misalnya candi Borobudur). Ajaklah anak
berdiskusi dan benda benda sejarah hasil kebudayaan manusia masa lampau dapat
membangkitkan inspirasi untuk diskusi yang bersifat filosofis. Mungkin saja
anak kita akan bertanya kenapa ada orang yang memiliki iman yang berbeda
beda.
92
Ceritakan cerita Alkitab dengan kreatif dengan
cara memperagakannya. Misalnya bersandiwara dengan tema Orang Samaria Yang Baik
Hati lalu diskusikan apa yang namanya baik hati itu
93
Diskusikan sebuah kasus yang anak anak baru
alami atau ketahui dan kemudian bicarakan mengenai benar dan salah atau nilai
moral yang ada dalam peristiwa itu.
94
Barangkali terdapat peristiwa dimana rekan
atau keluarga yang meninggal dunia maka ketika kita datang menjenguk itu juga
dapat menjadi kesempatan untuk menceritakan tentang manusia dapat mati tapi
yang percaya kepada Tuhan Yesus akan bertemu denganNya.
95
Membiasakan untuk bertanya pada anak-anak:
Kenapa? Tantanglah mereka untuk melakukan pemikiran yang lebih mendalam dan
tantanglah anak-anak untuk berdiskusi.
96
Anak kami pernah melihat sebuah patung salib
dari kuningan yang menggambarkan penderitaan Kristus di kayu salib. Ia berkata”
Papi di salib itu sakit ya”. Momen ini Kami manfaatkan untuk menjelaskan kenapa
Tuhan Yesus menderita dan mati bagi kita. Kita dapat membangkitkan
inspirasi-inspirasi seperti ini dengan membawa anak anak melihat lukisan atau
gambar lukisan tentang kehidupan Kristus.
97
Biasakan anak-anak untuk berpikir filosofis
yang mendasar dari Alkitab. Buatlah tema tema diskusi yang sudah anda
persiapkan misalnya kenapa kita berbuat baik, kenapa kita ingin berhasil, apa
sih yang disebut hidup yang berhasil itu, kenapa terdapat penderitaan dan lain
lain. Bila anda memiliki kenadaraan roda 4 pribadi maka saat-saat bepergian
seluruh keluarga adalah saat yang baik untuk menggelar diskusi. Selama berjam-jam anda semua “dipaksa” untuk
bersama dan saling berdekatan.
Leonardo
Da Vinci, seorang jenius juga memberikan
nasehat yang baik tentang pentingnya memiliki keragaman pengalaman dengan tiap alat indra manusia.
Selain indra mata (visual), telinga (musik dan bunyi) kita juga dapat membantu
nak anak kita untuk mengenal keragaman bau (melalui hidung), teksture (melalui
kulit/raba) dan rasa (melalui lidah) dan inilah tip dari kami,
98
Ajak anda untuk membedakan berbagai bau,
misalnya bau dari bunga atau masakan. Kami cukup terkejut suatau kali salah
satu anak kami masuk ke dapur lalu berteriak “Oh, smell good”.
99
Perkenalkan anak-anak dengan keragaman
teksture terangkanlah mana yang disebut permukaan yang halus dan mana permukaan
yang kasar. Di rumah kita terdapat banyak barang yang memiliki teksture yang
berbeda beda. Mulai dari batu yang kasar hingga lantai yang licin.
100Ajak anak anda untuk
mengenal masakan dari tempat atau negara yang berbeda dan berikanlah
keterangan. Beri penjelasan tentang apa yang disebut asin, manis, pedas atau
asam.
Penutup: Panggilan Untuk Menjadi Orang Tua Yang Kompeten
Sedikitnya terdapat 4 alasan
kenapa kita sebagai orang tua patut selalu meningkatkan diri menjadi makin
kompeten. Yang pertama kita semua sebagai seorang karyawan atau
bekerja sendiri pasti akan sangat tersinggung
bila ada yang mengatakan bahwa kita tidak kompeten. Kata kompeten sangat
dalam maknanya, terdapat beda yang jelas antara kualifikasi seseorang yang
dianggap kompeten dengan yang tidak kompeten. Seorang yang memiliki kompetensi
mampu menyelesaikan tugas pekerjaannya dengan tepat waktu dan tepat kualitas.
Kamus Oxford mendefinsikan kompeten sebagai adequately qualified or capable. atau
effective). Menjadi pekerja yang
kompeten adalah begitu penting sehingga tidak heran bila para pekerja
professional mencurahkan waktu, enersi dan mengembangkan kompetensi terus
menerus. Bila untuk pekerjaan kita ingin menjadi kompeten bukankah kita pantas
untuk menjadi orang tua yang kompeten artinya memiliki pengetahuan dan kcakapan
yang cukup untuk berperan penuh sebagai orang tua.
Kedua kita
tidak bisa merekrut orang lain untuk melakukan tugas ini. Tugas orang tua untuk
anak-anak tidak dapat didelegasikan kepada siapapun. Anak-anak dalam keluarga
memerlukan peran papa dan mama yang jangan sampai kita delegasikan ke baby sitter atau papa dan mama mertua. Tidak
pernah kita lihat iklan lowongan kerja untuk mereka yang dapat menjalankan
peran pengganti ayah dan ibu. “Unfortunately” kita adalah satu-satunya kandidat. Tidak ada yang lain.
Ketiga, suatu kali kita pasti
akan melihat hasilnya. Anak anak kita makin bertambah tinggi badannya dan juga
berat tubuhnya karena setiap tetes susu dan sendok makanan bergizi yang mereka
santap. Demikian juga bila tiap hari
sebagai orang tua kita melakukannya dengan kompetensi yang memadai walaupun itu
sedikit demi sedikit maka dengan berjalannya waktu suatu kali kita akan melihat
hasilnya.
Keempat, it must be joyful
karena Tuhan akan hadir dalam proses ini. Kami melihat perintah Alkitab yang
jelas untuk Orang Tua agar bertanggung jawab dan mengasihi anak anak mereka.
Kalau Kami laksanakan mandat ini Kami yakin Tuhan pasti menyertai dan
memberkati. So.. it must be fun. Jadi
..just do it.
Daftar
Buku
· Thomas Armstrong, PhD “ 7 Kinds of Smart (revised & Updated)”,
Plume, 1999.
· Robert Fisher, “How To Develop Your Child’s Mind, Souvenir Press, 1999.
· Howard
Gardner, “Intelligence Reframed, Multiple
Intelligences for the 21st Century” (Basic Books, 1999).
· Charlotte
Mason
· Edith
Schaeffer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar