Sabtu, 04 Januari 2014

Ayah yang Kompeten?


Kenapa Saya Ingin Menjadi Ayah yang Kompeten?

Sedikitnya saya memiliki 4 alasan. Yang pertama  sebagai seorang karyawan dalam sebuah perusahaan nasional saya pasti akan sangat tersinggung  bila ada yang mengatakan bahwa saya tidak Kompeten. Kata Kompeten sangat dalam maknanya untuk saya. Bagi saya terdapat beda yang jelas antara kualifikasi seseorang yang dianggap kompeten dengan yang tidak kompeten. Seorang yang memiliki kompetensi mampu menyelesaikan tugas pekerjaannya dengan tepat waktu dan tepat kualitas. Kamus Oxford mendefinsikan kompeten sebagai adequately qualified or capable. atau effective).  Menjadi pekerja yang kompeten adalah begitu penting sehingga tidak heran bila para pekerja professional mencurahkan waktu, enersi dan mengembangkan kompetensi terus menerus.

Bila kemudian saya melihat hidup keluarga saya maka saya bertanya pada diri sendiri. Kualitas ayah seperti apakah yang sedang saya jalani sekarang, Dapatkah saya mengatakan bahwa saya telah memberikan waktu, enersi dan kompetensi sedemikian rupa hingga saya pantas menyandang kualifikasi seorang ayah yang kompeten? Ah,… pikiran pikiran ini berputar dalam kepala saya dan ada satu kesimpulan saya bahwa adalah sangat tidak adil bagi anak-anak saya bila saya ingin jadi kompeten dan berhasil   dalam pekerjaan saya tapi saya tidak menjadi ayah yang kompeten  untuk mereka yang paling dekat dengan saya.


Kedua saya tidak bisa merekrut orang lain untuk melakukan tugas ini. Ya tugas ayah untuk anak-anak saya tidak dapat saya delegasikan kepada siapapun. Anak-anak saya pasti menerlukan peran ayah dan itu tidak dapat dilakukan baik oleh istri saya, baby sitter atau papa mertua saya. Saya juga tidak bisa membuat iklan lowongan kerja untuk mereka yang dapat menjalankan peran pengganti ayah untuk anak-anak saya. “Unfortunately” saya adalah satu-satunya kandidat. Tidak ada yang lain.

Ketiga, saya pasti akan melihat hasilnya. Anak anak saya makin bertambah tinggi badannya dan juga berat tubuhnya karena setiap tetes susu dan sendok makanan bergizi yang mereka santap.  Saya berpikir bila tiap hari sebagai ayah saya melakukannya dengan kompetensi yang memadai walaupun itu sedikit demi sedikit maka dengan berjalannya waktu saya yakin akan melihat hasilnya.

Keempat, it must be joyful karena Tuhan akan hadir dalam proses ini. Saya melihat perintah Alkitab yang jelas untuk ayah agar bertanggung jawab dan mengasihi anak anak mereka. Kalau saya laksanakan mandat ini saya yakin Tuhan pasti menyertai dan memberkati. So.. it must be fun. Jadi ..just do it.

 
Makna Kompeten Untuk Saya

Menurut saya terdapat 6 syarat minimum untuk seseorang pantas disebut Ayah yang Kompeten yaitu,

1.     Seorang Ayah yang Kompeten memiliki komitmen dan kesetiaan yang pasti terhadap pekerjaan seorang ayah.
2.     Seorang ayah yang Kompeten memilki serangkaian kompetensi yang khas dan tidak henti mengembangkan dan  meningkatkannya
3.     Seorang ayah yang  Kompeten memiliki visi yang jelas
4.     Seorang ayah yang  Kompeten akan mendeskripsikan misi yang ingin dilaksanakannya
5.     Seorang Ayah yang Kompeten akan mengembangkan strategi untuk mencapai visi.
6.     Seorang ayah yang Kompeten akan membuat rencana aksi
7.     Seorang ayah yang Kompeten akan selalu berdoa kepada Tuhan untuk anak-anaknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar