Kenapa Saya Ingin Menjadi
Ayah yang Kompeten?
Sedikitnya saya memiliki 4 alasan. Yang pertama sebagai seorang
karyawan dalam sebuah perusahaan nasional saya pasti akan sangat
tersinggung bila ada yang mengatakan
bahwa saya tidak Kompeten. Kata Kompeten sangat dalam maknanya untuk saya. Bagi
saya terdapat beda yang jelas antara kualifikasi seseorang yang dianggap
kompeten dengan yang tidak kompeten. Seorang yang memiliki kompetensi mampu
menyelesaikan tugas pekerjaannya dengan tepat waktu dan tepat kualitas. Kamus
Oxford mendefinsikan kompeten sebagai adequately
qualified or capable. atau effective). Menjadi pekerja yang kompeten adalah begitu
penting sehingga tidak heran bila para pekerja professional mencurahkan waktu,
enersi dan mengembangkan kompetensi terus menerus.
Bila kemudian saya melihat hidup keluarga saya maka saya
bertanya pada diri sendiri. Kualitas ayah seperti apakah yang sedang saya
jalani sekarang, Dapatkah saya mengatakan bahwa saya telah memberikan waktu,
enersi dan kompetensi sedemikian rupa hingga saya pantas menyandang kualifikasi
seorang ayah yang kompeten? Ah,… pikiran pikiran ini berputar dalam kepala saya
dan ada satu kesimpulan saya bahwa adalah sangat tidak adil bagi anak-anak saya
bila saya ingin jadi kompeten dan berhasil dalam pekerjaan saya tapi saya tidak menjadi
ayah yang kompeten untuk mereka yang
paling dekat dengan saya.
Kedua
saya tidak bisa merekrut orang lain untuk melakukan tugas ini. Ya tugas ayah
untuk anak-anak saya tidak dapat saya delegasikan kepada siapapun. Anak-anak
saya pasti menerlukan peran ayah dan itu tidak dapat dilakukan baik oleh istri
saya, baby sitter atau papa mertua saya. Saya juga tidak bisa membuat iklan
lowongan kerja untuk mereka yang dapat menjalankan peran pengganti ayah untuk
anak-anak saya. “Unfortunately” saya
adalah satu-satunya kandidat. Tidak ada yang lain.
Ketiga,
saya pasti akan melihat hasilnya. Anak anak saya makin bertambah tinggi
badannya dan juga berat tubuhnya karena setiap tetes susu dan sendok makanan
bergizi yang mereka santap. Saya
berpikir bila tiap hari sebagai ayah saya melakukannya dengan kompetensi yang
memadai walaupun itu sedikit demi sedikit maka dengan berjalannya waktu saya
yakin akan melihat hasilnya.
Keempat, it must be
joyful karena Tuhan akan hadir dalam proses ini. Saya melihat perintah
Alkitab yang jelas untuk ayah agar bertanggung jawab dan mengasihi anak anak
mereka. Kalau saya laksanakan mandat ini saya yakin Tuhan pasti menyertai dan
memberkati. So.. it must be fun. Jadi
..just do it.
Makna Kompeten Untuk Saya
Menurut saya terdapat 6 syarat minimum untuk seseorang pantas
disebut Ayah yang Kompeten yaitu,
1.
Seorang
Ayah yang Kompeten memiliki komitmen dan kesetiaan yang pasti terhadap
pekerjaan seorang ayah.
2.
Seorang
ayah yang Kompeten memilki serangkaian kompetensi yang khas dan tidak henti
mengembangkan dan meningkatkannya
3.
Seorang
ayah yang Kompeten memiliki visi yang
jelas
4.
Seorang
ayah yang Kompeten akan mendeskripsikan
misi yang ingin dilaksanakannya
5.
Seorang
Ayah yang Kompeten akan mengembangkan strategi untuk mencapai visi.
6.
Seorang
ayah yang Kompeten akan membuat rencana aksi
7.
Seorang
ayah yang Kompeten akan selalu berdoa kepada Tuhan untuk anak-anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar