Sabtu, 04 Januari 2014

Cerita Ayah: Kemurahan Hati


Kisah GEORGE BOLDT: Kemurahan Hati Yang Membawa Berkah

George Bolt adalah seorang pemuda yang bekerja sebagai petugas administrasi di sebuah hotel di Amerika Serikat. Ia adalah seorang pemuda yang memiliki karakter murah hati, ia tidak ragu mengulurkan bantuan dan tidak mengharapkan imbalan dari mereka yang ditolongnya. Malam itu ketika George sedang bekerja, di sebuah malam dengan hujan badai, sepasang orang tua yang  tampak sederhana masuk ke dalam hotel dan mencari sebuah kamar untuk mereka berdua menginap.

Malam itu ternyata semua kamar hotel sudah penuh terisi, bukan saja di hotel tempat George bekerja tapi juga di hotel-hotel lain. Kakek dan nenek itu tentunya merasa sangat khawatir, mereka tidak tahu dimana mereka harus tidur malam itu.  George merasa iba dan ia berkata “Saya tidak dapat membayangkan anda berdua keluar dari hotel ini dan berada dalam hujan badai….”  Ia kemudian menawarkan kamar yang biasa ia pakai sebagai karyawan hotel yang berdinas di malam hari. Ia berkata:” Saya sendiri memiliki sebuah kamar dinas dalam hotel ini, tidak sebagus kamar hotel tapi cukup bersih. Saya tidak akan menggunakan kamar itu malam ini karena sepanjang malam saya harus bekerja hingga pagi……...” Sepasang kakek nenek ini merasa sungkan  tawaran kebaikan George namun karena tidak ada jalan lain mereka menerimanya.

Keesokan harinya, kakek dan nenek itu kembali menemui  George dan mereka ingin membayar kepada George biaya kamar hotel yang mereka tempati malam tadi. Mereka sangat terkejut karena George menolak menerima uang dari mereka. George berkata:”Kamar yang dipakai kemarin bukan kamar yang kami jual kepada para tamu, itu adalah kamar untuk karywan hotel...” Geoge menjelaskan bahwa ia hanya ingin menolong kakek dan nenek ini. Ia memang membutuhkan pendapatan tambahan oleh karena itu ia berusaha bekerja dengan lebih keras tapi bukan dengan cara menerima uang yang bukan haknya. Sepasang kakek dan nenek ini tentu saja sangat terkejut melihat kejujuran dan kebaikan George lalu  mereka mengatakan:”Anda adalah contoh seorang karyawan hotel yang diinginkan oleh banyak pemilik hotel. Mungkin suatu kali aku akan membangun sebuah hotel untuk mu…” George hanya tersenyum dan memandang ucapan itu sebagai sebuah lelucon saja.

Waktu terus berlalu, George bekerja seperti biasa di hotel. Suatu hari George terkejut karena menerima sebuah surat penting dari kakek dan nenek yang pernah ia tolong . Di dalam surat itu terdapat sebuah tiket untuk  perjalanan pesawat pulang pergi dari kotanya ke New York.  George segera terbang ke New York dan mencari alamat yang ada dalam surat itu. Akhirnya ia berhasil menemukan sebuah gedung baru nan megah di sudut jalan pertemuan Fifth Avenue dan Thirty Fourth Street, disanalah ia bertemu kembali dengan kakek yang pernah ia tolong di tengah malam yang penuh dengan hujan badai itu.  dimana terletak sebuah gedung hotel yang baru dan sangat megah. Kakek ini berkata:”Apakah engkau masih ingat ketika aku mengatkan bahwa mungkin suatu kali aku akan membangun sebuah hotel untuk kau kelola dan inilah hotel yang pernah aku janjikan itu..” George sangat terkejut sekali ia berkata:”Ini tentunya lelucon bukan? Siapa anda sesungguhnya?” Dengan tersenyum kakek ini berkata:”Saya adalah William Waldorf Astor dan saya tidak mengatakan lelucon, anda adalah orang yang saya pilih untuk mengelola hotel baru dan megah ini..”. William Waldorf Astor adalah seorang yang sangat kaya, ia adalah pemilik hotel mewah Waldorf Astor di jantung kota New York pada masa itu. Akhirnya George C.Boldt menjadi manajer di hotel yang megah dan terkenal itu. Ini tentuny sebuah hasil yang manis dari kemurahan dan kebaikan bukan?  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar