Kisah GEORGE BOLDT: Kemurahan Hati Yang Membawa Berkah
George Bolt adalah
seorang pemuda yang bekerja sebagai petugas administrasi di sebuah hotel di Amerika
Serikat. Ia adalah seorang pemuda yang memiliki karakter murah hati, ia tidak
ragu mengulurkan bantuan dan tidak mengharapkan imbalan dari mereka yang
ditolongnya. Malam itu ketika George sedang bekerja, di sebuah malam dengan
hujan badai, sepasang orang tua yang tampak
sederhana masuk ke dalam hotel dan mencari sebuah kamar untuk mereka berdua
menginap.
Malam itu ternyata semua
kamar hotel sudah penuh terisi, bukan saja di hotel tempat George bekerja tapi
juga di hotel-hotel lain. Kakek dan nenek itu tentunya merasa sangat khawatir,
mereka tidak tahu dimana mereka harus tidur malam itu. George merasa iba dan ia berkata “Saya tidak
dapat membayangkan anda berdua keluar dari hotel ini dan berada dalam hujan
badai….” Ia kemudian menawarkan kamar
yang biasa ia pakai sebagai karyawan hotel yang berdinas di malam hari. Ia
berkata:” Saya sendiri memiliki sebuah kamar dinas dalam hotel ini, tidak
sebagus kamar hotel tapi cukup bersih. Saya tidak akan menggunakan kamar itu
malam ini karena sepanjang malam saya harus bekerja hingga pagi……...” Sepasang kakek nenek ini merasa sungkan tawaran kebaikan George namun karena tidak
ada jalan lain mereka menerimanya.
Keesokan harinya, kakek dan nenek itu kembali menemui George dan mereka ingin membayar kepada
George biaya kamar hotel yang mereka tempati malam tadi. Mereka sangat terkejut
karena George menolak menerima uang dari mereka. George berkata:”Kamar yang
dipakai kemarin bukan kamar yang kami jual kepada para tamu, itu adalah kamar
untuk karywan hotel...” Geoge menjelaskan bahwa ia hanya ingin menolong kakek
dan nenek ini. Ia memang membutuhkan pendapatan tambahan oleh karena itu ia
berusaha bekerja dengan lebih keras tapi bukan dengan cara menerima uang yang
bukan haknya. Sepasang kakek dan nenek ini tentu saja sangat terkejut melihat
kejujuran dan kebaikan George lalu
mereka mengatakan:”Anda adalah contoh seorang karyawan hotel yang
diinginkan oleh banyak pemilik hotel. Mungkin suatu kali aku akan membangun
sebuah hotel untuk mu…” George hanya tersenyum dan memandang ucapan itu sebagai
sebuah lelucon saja.
Waktu terus berlalu, George bekerja seperti biasa di
hotel. Suatu hari George terkejut karena menerima sebuah surat penting dari
kakek dan nenek yang pernah ia tolong . Di dalam surat itu terdapat sebuah tiket
untuk perjalanan pesawat pulang pergi
dari kotanya ke New York. George segera
terbang ke New York dan mencari alamat yang ada dalam surat itu. Akhirnya ia
berhasil menemukan sebuah gedung baru nan megah di sudut jalan pertemuan Fifth
Avenue dan Thirty Fourth Street, disanalah ia bertemu kembali dengan kakek yang
pernah ia tolong di tengah malam yang penuh dengan hujan badai itu. dimana terletak sebuah gedung hotel yang baru
dan sangat megah. Kakek ini berkata:”Apakah engkau masih ingat ketika aku
mengatkan bahwa mungkin suatu kali aku akan membangun sebuah hotel untuk kau
kelola dan inilah hotel yang pernah aku janjikan itu..” George sangat terkejut
sekali ia berkata:”Ini tentunya lelucon bukan? Siapa anda sesungguhnya?” Dengan
tersenyum kakek ini berkata:”Saya adalah William Waldorf Astor dan saya tidak mengatakan
lelucon, anda adalah orang yang saya pilih untuk mengelola hotel baru dan megah
ini..”. William Waldorf Astor adalah seorang yang sangat kaya, ia adalah
pemilik hotel mewah Waldorf Astor di jantung kota New York pada masa itu.
Akhirnya George C.Boldt menjadi manajer di hotel yang megah dan terkenal itu.
Ini tentuny sebuah hasil yang manis dari kemurahan dan kebaikan bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar